Beritarepublikviral.com//BUKITTINGGI, –
Pintu gerbang ilmu di Kota Bukittinggi terbuka lebar menyapa angin peradaban. Pada Rabu (20/5/2026), Kampus Universitas Mohammad Natsir-Yarsi Sumatera Barat menjadi saksi bisu nan agung: tinta kesepakatan menari indah di atas lembar Nota Kesepahaman, meresmikan ikatan suci bersama Festival Literasi Internasional Minangkabau ke-4 (IMLF‑4).
Langkah gemilang ini bukan sekadar upacara seremonial yang lewat begitu saja. Ia berdiri tegak sebagai bukti nyata: kampus ini telah memeluk misi mulia, menjadikan literasi sebagai akar kokoh yang menopang kemajuan bangsa, sekaligus menjembatani hati dan pikran masyarakat sedunia. IMLF‑4 yang digagas oleh DPD Satupena Sumatera Barat, kini melangkah beriringan—sebagai ladang luas tempat gagasan tumbuh, budaya bersinar, dan pengetahuan merayap menembus batas benua.
“Universitas Mohammad Natsir melangkah tegap dalam gerakan agung ini, membawa semangat pengabdian yang tulus, tangan kolaborasi yang terbuka, serta dedikasi nyata bagi peradaban global,” ujar Rektor Universitas Mohammad Natsir, Afridian Wirahadi Ahmad, S.E., M.Sc., Ak., CA, CGAE, di hadapan ruangan yang penuh harapan, beriringan dengan Ketua Pelaksana IMLF‑4, Sastri Bakry.
Momen bersejarah ini turut dihiasi kehadiran para tokoh yang mengawal janji ilmu: Sekretaris IMLF‑4 Armaidi Tanjung, Ketua Bidang Seminar Pariwisata Zusneli Zubir, serta jajaran pimpinan kampus—Wakil Rektor II Yessi Andriani, Kepala Lembaga Penelitian Wahib Asyari, Kepala Kerja Sama Internasional Noval Fadli, dan Kepala Kerja Sama Dalam Negeri Florid Irfan.
✨ LITERASI: MELAHIRKAN INSAN BERWAWASAN DUNIA
Bagi Afridian, kerja sama ini ibarat menanam benih emas di tanah yang subur. Keterlibatan para dosen dan mahasiswa bukan sekadar keikutsertaan, melainkan perjalanan membentuk jiwa: cerdas secara ilmu, lembut dalam kepedulian sosial, berpandangan jauh ke dunia luar, serta peka merawat bumi dan lingkungan.
“Kami bermimpi kesepakatan ini akan tumbuh menjulang tinggi—melahirkan kolaborasi pendidikan yang hidup, penelitian yang bermanfaat, pengabdian yang menyentuh hati, hingga menjalin jaringan persaudaraan akademik yang tak terbatas samudra,” tambahnya.
Ia pun bangga menyampaikan: kehadiran utusan dari 35 negara yang akan datang ke Bukittinggi menjadi bukti nyata bahwa tanah Minangkabau memiliki pesona budaya dan intelektual yang memikat dunia. “Kami ingin kampus ini berdenyut sebagai jantung penggerak literasi—menyebarkan inovasi, menjalin persahabatan, dan melahirkan masyarakat yang berdaya, berbudaya luhur, serta lestari sepanjang masa,” tegasnya.
🤝 KAMPUS: RUANG LUAS BAGI PERADABAN

Ketua IMLF‑4, Sastri Bakry—penulis Kekuatan Cinta yang namanya melekat pada dedikasi budaya—mengungkapkan: MoU ini menjadi salah satu pilar utama dalam merayakan 100 Tahun Jam Gadang. Hampir 100 rangkaian acara akan hadir meramaikan kota, dan kampus memegang peran paling strategis.
“Perguruan tinggi adalah rumahnya ide dan pelopor perubahan. Lewat ikatan ini, kami membuka jendela selebar‑lebarnya agar kampus turut menyuburkan literasi serta ketrampilan hidup bagi seluruh lapisan masyarakat,” ungkapnya dengan penuh semangat.
Sementara itu, Sekretaris IMLF‑4 Armaidi Tanjung merinci butir‑butir kerja sama yang bernyawa:
– 📚 Menyelenggarakan pesta ilmu: festival, seminar, dan ruang karya budaya yang hidup
– 📢 Menyebarkan pesan mulia lewat promosi dan publikasi yang luas
– 🎓 Mengundang dosen, mahasiswa, dan praktisi menjadi pelaku utama acara
– 🤝 Membuka pintu kemungkinan lain yang dibutuhkan demi kemajuan bersama
Kini, Universitas Mohammad Natsir telah resmi menjadi mitra akademik utama IMLF‑4 tahun 2026. Kolaborasi indah ini diharapkan mengubah wajah Bukittinggi menjadi pusat dialog dunia—tempat kata‑kata bersinar, budaya bercerita, dan persahabatan antarnegara tumbuh abadi.(Red)


