Beritarepublikviral.com // Pekanbaru — Bundo Kanduang IKM Kota Pekanbaru terus mematangkan berbagai persiapan untuk mengikuti kegiatan Peragaan 1.000 Perempuan Berbusana Minang yang akan digelar di Kota Bukittinggi dalam rangka memperingati 100 tahun Jam Gadang.
Hal tersebut disampaikan langsung oleh Ketua BK IKM Kota Pekanbaru, Yeni Fitri, S.Pd, saat diwawancarai awak media pada Sabtu (23/05/2026).
Menurutnya, sejumlah persiapan telah dilakukan demi menyukseskan kegiatan yang disebut akan menjadi ajang perebutan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) untuk Provinsi Sumatera Barat tersebut.
Di antaranya memastikan keikutsertaan sekitar 100 orang anggota Bundo Kanduang Pekanbaru, menentukan pilihan busana yang akan ditampilkan, melakukan koordinasi dengan DPD IKM Kota Pekanbaru, hingga penggalangan dana kegiatan.
“Kami terus melakukan berbagai persiapan agar penampilan Bundo Kanduang Pekanbaru dapat berjalan maksimal dan ikut menyukseskan kegiatan budaya ini,” ujar Yeni Fitri, S.Pd.
Dukungan terhadap kegiatan tersebut juga datang dari berbagai pihak, termasuk dari Bank Nagari Cabang Pekanbaru.
Kepala Cabang Bank Nagari Pekanbaru, Helfiyanrika, SE, menyatakan dukungannya terhadap partisipasi Bundo Kanduang Kota Pekanbaru dalam kegiatan budaya tersebut.
“Secara prinsip kami siap mendukung kegiatan Bundo Kanduang Kota Pekanbaru untuk tampil di Kota Bukittinggi dalam memperingati 100 tahun Jam Gadang Bukittinggi,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua DPD IKM Kota Pekanbaru, Irman Sasrianto, SH, mengapresiasi langkah dan semangat Yeni Fitri, S.Pd beserta jajaran Bundo Kanduang yang telah berupaya ikut ambil bagian dalam kegiatan budaya berskala besar tersebut.
Menurutnya, kegiatan tersebut bukan hanya ajang budaya, tetapi juga bentuk dukungan terhadap pelestarian identitas dan tradisi Minangkabau.
Apresiasi juga disampaikan oleh Pembina DPW IKM Riau, H. Jhon Satri, SH., MH, yang menilai kegiatan tersebut menjadi salah satu cara efektif melestarikan budaya busana Minang di tengah generasi muda.
“Salah satu cara melestarikan budaya busana Minang adalah dengan mengikuti festivalnya dan mewariskannya kepada generasi muda Minang, sehingga budaya ini tetap menjadi karakter jati diri urang Minang di manapun berada,” ujarnya.

