Carut Marutnya proyek Pembangunan sekolah di Dinas Pendidikan banyak yang mangkrak, alias tidak tepat waktu

Carut Marutnya proyek Pembangunan sekolah di Dinas Pendidikan banyak yang mangkrak, alias tidak tepat waktu

Beritarepublikviral.com Labuhanbatu Selatan – Carut marut nya proyek pembangunan sekolah lingkungan dinas Pendidikan kabupaten labuhan batu Selatan provinsi Sumatra Utara,kuat dugaan pembangunan bnyak mangkrak alias tidak tepat waktu, proyek anggaran thn 2025 dikerjakan tahun 2026.salah satu bangunan sekolah UPTD SDN di kecamatan torgamba kabupaten labuhan batu Selatan di duga mangkrak dan gagal dalam pelaksanaan nya ironisnya, hingga memasuki tahun 2026, proyek proyek yang dianggarkan pada tahun anggaran 2025 tersebut belum juga rampung,bahkan beberapa diantaranya baru sebatas pengerjaan pondasi awal.

Hasil penelusuran tim awak media kebeberapa sekolah menemukan fakta bahwa bangunan yang seharusnya telah selesai sesuai masa kontrak justru terbengkalai.kondisi ini memunculkan dugaan kuat adanya persoalan serius dalam perencanaan maupun pelaksanaan proyek pembangunan sekolah sekolah tersebut.

Saat dikonfirmasi terkait mangkraknya bangunan sekolah itu, dinas pendidikan kabupaten labuhan batu Selatan terkesan enggan memberi kan penjelasan.sekretaris dinas pendidikan labusel bahkan tidak mampu menjawab substansi persoalan dan memilih melempar tanggung jawab pihak lain.

“Coba bapak konfirmasi ke kadis dan ppk nya, karena mereka yang lebih tahu permasalahan tersebut”,ujar sekretaris dinas pendidikan labusel kepada awak media sekitar jam 15.16 wib.(24-01-2026).

Pernyataan tersebut justru menimbulkan tanda tanya besar.mengingat sekretaris dinas pendidikan labusel merupakan bagian dari struktur pimpinan yang seharusnya mengetahui dan mengawasi jalannya program strategis, termasuk pembangunan fasilitas pendidikan.

Lebih lanjut, sekretaris dinas pendidikan labusel mengetahui bahwa seluruh kegiatan yang dianggarkan pada tahun 2025 seharusnya telah rampung pada akhir tahun anggaran.bahkan, batas akhir penyelesaian proyek tersebut paling lambat pada 30 Desember 2025.

“Seharusnya memang proyek bangunan atau pun pengadaan itu selesai di akhir tahun, supaya dilakukan pencarian anggaran nya kebagian keuangan” tambahnya.

Fakta mangkraknya bangunan sekolah ini tidak hanya berpotensi merugi kan keuangan daerah, tetapi juga berdampak langsung terhadap dunia pendidikan dan hak siswa untuk mendapatkan sarana belajar yang layak.hingga berita ini diterbitkan,PLT kepala dinas pendidikan labusel yang berinisial “zah” maupun pejabat pembuat komitmen (ppk) belum memberikan keterangan resmi terkait sekolah tersebut.

Disisi lain pihak sekolah sangat merasa sekolah sangat merasa kecewa atas pelaksana proyek yang belum siap,termasuk rehab 3 lokal,ruang guru dan WC yang tiga titik itu belum siap, seharusnya siswa siswi kami awal masuk sekolah tahun 2026 ini tidak ada lagi proses belajar mengajar pada sore hari,ini yang kami merasa kecewa.terang pihak sekolah jam 09.12 wib(24-01-2025).

Awak media akan terus berupaya melakukan konfirmasi lanjutan demi memastikan kejelasan penggunaan anggaran dan pertanggungjawaban atas proyek pembangunan sekolah yang diduga bermasalah, baik pekerjaan yang amburadul maupun jangka waktu penyelesaian pekerjaan yang sudah di tentukan kedua belah pihak termasuk PPK dinas pendidikan. (Tim)