Depok,beritarepublik-viral.com
Pemerintah Kota Depok meresmikan gedung baru Madrasah Tsanawiyah Negeri 3 (MTSN 3) Pancoran Mas sebagai bentuk kepedulian terhadap perkembangan pendidikan, khususnya pendidikan Islam di Kota Depok.
Peresmian dilakukan langsung oleh Wali Kota Depok, Dr. H. Supian Suri, pada Rabu (21/1/2026), di lokasi sekolah yang beralamat di Jalan Caringin, Gang Jagal, Kelurahan Rangkapan Jaya, Kecamatan Pancoran Mas, Depok.
Pembangunan gedung baru MTSN 3 ini merupakan bagian dari program Pemerintah Kota Depok dalam peningkatan sarana dan prasarana pendidikan, terutama bagi madrasah negeri pertama di wilayah tersebut.
Acara peresmian turut dihadiri oleh sejumlah pejabat dan tokoh penting, di antaranya Wakil Menteri Agama RI K.H. Romo R. Muhammad Syafi’i, S.H., M.Hum., Anggota DPR RI Ir. H. Nurijie, Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Pradi Supriatna, Anggota DPRD Kota Depok H. Ade Ibrahim, Kepala Kanwil Kemenag Jawa Barat Dudu Rohman, Kepala Kemenag Kota Depok H. Enjat Mujiat, S.Ag., M.H., para Kepala KUA se-Kota Depok, serta tokoh masyarakat dan undangan lainnya.
Dalam sambutannya, Wali Kota Supian Suri menegaskan komitmen Pemkot Depok untuk terus memperkuat pendidikan madrasah melalui kolaborasi dengan Kementerian Agama.
“Pemerintah Kota Depok sangat menghargai dukungan Kementerian Agama dalam investasi pengembangan sumber daya manusia, khususnya melalui pendidikan madrasah,” ujar Supian.
Ia juga mengapresiasi peran Kemenag yang dinilai konsisten membantu masyarakat Depok dalam bidang pendidikan. Meski demikian, Supian mengakui bahwa perhatian Pemkot Depok selama ini masih belum sebanding dengan kontribusi Kemenag.
“Terima kasih atas semua dukungan yang diberikan Kementerian Agama kepada warga Depok melalui pendidikan madrasah.
Ke depan, kami berkomitmen meningkatkan dukungan, terutama dalam pembangunan fasilitas dan pembiayaan madrasah,” tambahnya.
Lebih lanjut, Supian mengungkapkan bahwa Pemkot Depok telah menjalankan program sekolah swasta gratis yang melibatkan 14 Madrasah Tsanawiyah swasta. Dalam program tersebut, pemerintah memberikan pembiayaan penuh sebesar Rp3 juta per siswa per tahun atau sekitar Rp250 ribu per bulan.
“Ini bagian dari upaya kami menjadikan sekolah swasta gratis sebagai representasi sekolah negeri. Karena kebutuhan pembangunan sekolah negeri sangat besar, maka kami mendorong madrasah swasta untuk terus meningkatkan kualitasnya,” pungkas Supian.
( Jurnalis : Bambang Saputro,ST.,Gr )
