Sistem Pemerintahan Desa Karangan Dalam adalah suatu organisasi atau struktur administrasi yang bertanggung jawab atas pemerintahan dan pengelolaan kehidupan masyarakat di tingkat desa. Pemerintahan Desa Karangan Dalam mengacu pada Undang – Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa, yang memberikan otonomi yang signifikan kepada desa dalam mengatur urusan pemerintahan, pembangunan dan pemberdayaan masyarakat.
Area pusat pemerintahan yang berada di Jalan Pangeran Antasari No 25 RT 03 Dusun Harapan, berfungsi sebagai pusat pelayanan desa yang di dalamnya terdapat Kantor Kepala Desa dan Perangkat Desa, Kantor Badan Permusyawaratab Desa ( BPD ), Kantor Lembaga Adat, Kantor Lembaga Pemberdayaan Masyarakat ( LPM ), Kantor PKK, Balai Desa dan Panggung Seni.
Desa Karangan Dalam adalah salah satu dari 7 desa di wilayah Kecamatan Karangan, dibagi menjadi dua dusun dengan jumlah RT sebanyak 7 rukun tetangga.
Kedua dusun tersebut terletak di sebelah timur dan sebelah barat Desa Karangan Dalam. Dusun yang terletak di sebelah timur yaitu Dusun Harapan dan sebelah barat adalah Dusun Makmur.
Kepala Desa Karangan Dalam saat ini di pimpin oleh Djung Justang Junaidi, ST dan di bantu oleh Sekretaris Desa, Khairul Mugni dengan dibantu oleh seluruh jajaran aparat desa lainnya
Setelah melalui proses pemilihan kepala desa yang transparan dan demokratis, pada tanggal 12 Desember 2022, masyarakat Karangan Dalam dengan sukacita mengumumkan terpilihnya Djung Justang Djunaid, ST sebagai kepala desa periode 2023 s/d 2029. Berdasarkan Surat Keputusan Bupati Kutai Timur Nomor 141.1/K.93/2023 tanggal 19 Januari 2023 tentang pengangkatan Kepala Desa Karangan Dalam dan dilantik secara serentak di Gedung Serba Guna Bukit Pelangi Kabupaten Kutai Timur pada tanggal 17 Februari 2023.
Saat ini Desa Karangan Dalam tergolong maju berdasarkan Indeks Membangun Desa ( IDM ) mengalami kenaikan sebesar 0, 1564 dengan berdasarkan presentasi jumlah Penduduk Desa Karangan Dalam berdasarkan Statistik Kependudukan dengan jumlah KK, 342 jiwa, yang terdiri jumlah laki – laki + perempuan sebesar 1154 jiwa.
AKSESIBILITAS DARI & MENUJU DESA KARANGAN DALAM.
Jarak dari Desa Karangan Dalam menuju Ibukota Kabupaten Kutai Timur harus ditempuh dengan berkendara sekitar 5 jam dengan jarak 160 KM. Sementara jarak Desa Karangan Dalam menuju Ibu Kota Kecamatan Karangan sekitar 3,5 KM dengan menggunakan kendaraan bermotor selama 25 Menit.
Saat ini moda transportasi umum yang digunakan di dalam Desa Karangan Dalam belum ada. Sedangkan untuk transportasi umum yang digunakan untuk keluar desa adalah menggunakan mobil travel, speed boat atau menggunakan kendaraan pribadi mobil atau motor.
Desa Karangan Dalam telah mengambil langkah maju dalam meningkatkan akses dan kualitas layanan kesehatan bagi warganya melalui program ” Siaga Desa Kanada ” dengan adanya mobil ambulance yang dilengkapi fasilitas lengkap, layanan kesehatan, kini lebih mudah dijangkau khususnya dalam situasi darurat.
Desa Karangan Dalam juga telah mengimplementasikan program ” Siaga Desa Kanada ” sebagai langkah proaktif dalam menghadapi dan menangani bencana banjir musiman untuk meminimalisir dampak banjir melalui berbagai tindakan penanganan, pencegahan, respon cepat, dan tanggap darurat.
Selain itu, Desa Karangan Dalam menciptakan desa yang bersih, sehat dan berkelanjutan melalui pengelolaan sampah yang efektif dan infrastruktur yang memadai serta mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan.
Sebagai sarana untuk menunjang dan memberikan pelayanan kesehatan pada warga setempat, terdapat 1 unit Polindes ( Poli Bersalin Desa ) yang juga digunakan sebagai tempat kegiatan posyandu ( posyandu balita & posyandu lansia ).
Mayoritas penduduk Desa Karangan Dalam menganut agama Islam. Berdasarkan data dan fasilitas tempat ibadah didesa meliputi 3 mushola/surau/langgar. 1 masjid dan 1 majelis taklim. Ini menunjukkan adanya dukungan yang cukup bagi warga untuk menjalankan aktivitas keagamaan sehari – hari. Sementara majelis taklim digunakan untuk kegiatan pendidikan dan dakwah Islam.
Untuk memajukan perekonomian di Desa Karangan, pemerintahan desa aktif mengembangkan sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah ( UMKM ).
Desa Karangan terkenal dengan keanekaragaman produk lokal berkualitas tinggi dan memiliki ciri khas tersendiri. UMKM yang ada berupa pembuatan kripik pisang, anyaman rotan, minuman herbal dll, dengan memainkan peranan penting dalam meningkatkan perekonomian desa dan kesejahteraan masyarakat.
Dengan mewujudkan perekonomian desa, pemerintahan desa dan masyarakat berharap agar sarana transportasi berupa jalan provinsi segera di bangun agar dapat terhubung baik menuju ke Kabupaten Berau maupun ke ibukota Sangatta Kabupaten Kutai Timur.
Masyarakat Desa Karangan Dalam menunjukkan aktivitas perdagangan dan jasa yang beragam dan bersinambungan , mencerminkan kehidupan warga yang aktif dan gotong royong. Dengan adanya pusat perbelanjaan, warung kelontongan, layanan kesehatan, pendidikan, jasa keuangan dan jasa lainnya untuk memenuhi kebutuhan sehari – hari serta mendukung perkembangan perekonomian Desa.
Selain mewujudkan perekonomian desa, Desa Karangan Dalam didominasi komoditas pertanian padi. Sawah di Desa Karangan Dalam merupakan salah tadah hujan dengan luas kurang lebih 16 hektar yang di kelola oleh Kelompok Tani Sri Rejeki.
Lahan sawah tadah hujan merupakan lahan sawah yang dalam setahunnya minimal ditanami satu kali tanaman padi dengan pengairan yang sangat bergantung pada hujan. Saat ini yang menjadi kendala bagi petani adalah pemasaran hasil pertanian.
Menurut Ketua Kelompok Tani Sri Rejeki Tambianto, mengatakan saat ini sektor pertanian mengalami penurunan disebabkan oleh fenomena semakin menuanya petani ( agung farmer ) dan semakin menurunnya minat tenaga muda di sektor pertanian, sehingga kondisi lahan sawah saat ini banyak yang tidak di garap.
Selain di bidang pertanian ekonomi dan jasa, Desa Karangan Dalam mengembangkan sektor peternakan berupa ternak unggas dan ruminansia yakni sapi dan kambing.
Untuk sektor lainnya di Desa Karangan Dalam yang menjadi sumber penghasilan utama berasal dari sektor perkebunan dengan komoditas utama karet, yang di garap oleh Kelompok Tani ” Harapan Abadi ” dengan luas lahan karet mencapai 75 Hektar. Selanjutnya komoditas Kakao. Saat ini mulai dipertahankan kembali dan dikembangkan oleh Kelompok Tani ” Batu Langiran ” yang berdiri pada tahun 2020 dan memiliki luas lahan kurang lebih 100 hektar.
Selain karet, saat ini masyarakat Desa Karangan Dalam, mengembangkan perkebunan kelapa sawit. Murahnya harga karet, membuat para petani beralih dengan menanam kelapa sawit yang dikelola oleh Kelompok Tani ” Harapan Bersama ” dengan luas lahan kurang lebih 50 hektar.
Desa Karangan Dalam meski dikatakan daerah terisolir dan sangat jauh menuju ke ibukota kabupaten, Pemerintahan Desa dan masyarakatnya bahu membahu bergotong royong membangun desanya agar menjadi maju dan bisa bersaing dengan Desa – Desa lain yang berada di wilayah Kabupaten Kutai Timur.
Saat Media Berita Republik Viral bersama tim wartawan lainnya memasuki Desa Karangan Dalam, nampak aktivitas masyarakat memperdagangkan dagangannya di sepanjang jalan ibu kota desa cukup ramai. Akan tetapi sayangnya saat Tim Wartawan memasuki kawasan kantor desa untuk bertemu dengan Kepala Desa, beliau tidak berada di tempat dan hanya bertemu dengan Sekdes Desa Karangan Dalam, Khairul Mugni di ruangannya baru -baru ini. Tanya jawab pun terurai dipertemuan itu dan Sekdes menjelaskan situasi Desa Karangan Dalam terkait adanya program pemerintah pusat berupa Ketahanan Pangan untuk menunjang pelaksanaan Koperasi Merah Putih ( KMP ).
Media Berita Republik Viral mengapresiasikan kinerja Pemerintahan Desa yang di pimpin oleh Kades Jung Justang Djunaid, ST dalam membangun Desa Karangan Dalam menjadi maju. Tamat.
Aroel Mandang

