Perjalanan investigasi menyusuri keberadaan Goa Tengkorak di pedalaman Kecamatan Kombeng Kutai Timur memberikan ketenangan dan kesenangan batin.

Sebelum melanjutkan perjalanan menuju ke Kabupaten Berau, Tim wartawan mencoba menyusuri keberadaan Goa Angin atau Goa tengkorak dengan menyusuri jalan tanah yang di sekelilingnya ditumbuhi kelapa sawit yang di kelola oleh PT Sinar Mas.
Dalam areal kelapa sawit tersebut, BR – V mendatangi salah seorang warga di Desa Sri Pantun untuk menanyakan letak keberadaan Goa Tengkorak tersebut. Warga tersebut menyatakan tidak jauh lagi. ” Sekitar 3 kilo lagi ” ujarnya.
Media BR – V menanyakan tentang keberadaan tengkorak – tengkorak zaman dulu yang masih berada di dalam goa, pak Agus Winarto selaku Sekdes Suka Mulyo mengatakan bahwa tubuh orang – orang yang di ngayau ( orang yang kalah perang di penggal kepalanya dan di simpan di dalam goa ) masih ada di dalam goa tapi kepala – kepalanya sudah di pindahkan ke Tenggarong saat Kutai Kartanegara dilakukan pemekaran. Serta telapak kaki yang besar dan terkesan bahwa pernah ada manusia purba yang hidup di dalam Goa Gunung Kombeng. Karena di dapati ada relief dan gambar – gambar di dinding gunung kapur tersebut.
Setelah mendapat penjelasan dari Sekdes Suka Mulya, Tim wartawan menyusuri jalan menuju Goa Tengkorak. Saat sampai di tujuan, BR – V takjub melihat kondisi gunung kapur yang tinggi. Akan tetapi ketika BR – V, melihat kondisi tempat wisata alam Goa Tengkorak tidak terawat dengan baik. Taman kecil terpajang Nama Goa Wisata Kombeng di tumbuhi semak belukar. Terkesan ada pembiaran baik dari aparatur desa yang berada di wilayah Desa Klabing dan dari Dinas Pariwisata.
Saat tiba di depan pintu masuk Goa Tengkorak, hawa mistis mulai menyebar di sekeliling goa. Bagi yang memiliki indera keenam, akan melihat sejumlah siluman penghuni goa, seperti siluman ular, seorang kakek yang sedang bertapa dan bahkan melihat sosok gondoruwo serta anak kecil di dalam goa. Untuk menghindari hal – hal yang tidak baik, penulis mengajak tim untuk segera keluar dari dalam goa.
Keberadaan Goa Tengkorak ini harusnya di perbaiki sebagai destinasi wisata untuk menunjang pendapatan desa. Sangat di sayangkan jika tempat wisata yang ada di Kabupaten Kutai Timur ini di abaikan begitu saja. Karena para wisatawan akan melihat dengan jelas keberadaan goa alam yang ada staklakit dan staknakitnya. Apalagi jika didalam goa tersebut ada tubuh – tubuh manusia zaman dulu yang di ngayau memiliki tubuh tanpa kepala.
Aroel Mandang


