BR-V|| Desa Kolek, Kecamatan Sangkulirang, Kutai Timur dengan 170 Kepala Keluarga (KK) seolah dianaktirikan meski merupakan desa aktif dalam struktur pemerintahan daerah. Masyarakat mengeluhkan janji Bupati dan calon anggota DPRD terkait pembangunan jalan desa yang belum terealisasi.
Jalan saat ini berbentuk tanah dengan batu-batuan, menyulitkan perjalanan terutama bagi anak sekolah yang harus pergi ke SMP di Desa Bumi Jaya dan SMU di Sangkulirang. Meskipun pemerintah kabupaten telah mengalokasikan anggaran untuk pembangunan jalan di beberapa wilayah kecamatan tersebut, belum ada rencana konkret untuk jalan Desa Kolek.
Kepala Desa Adi Kurniawan telah menuntut realisasi janji tersebut dan memutuskan untuk menggunakan anggaran desa utama untuk meningkatkan ekonomi masyarakat yang mayoritas bergantung pada kelapa sawit. Prioritas penggunaan anggaran meliputi peningkatan produktivitas kebun, pengembangan nilai tambah produk, pembentukan kelompok usaha tani, pengembangan pasar dan distribusi, serta upaya mendapatkan dukungan dari pemerintah tingkat atas dan mengembangkan usaha sampingan guna mengurangi ketergantungan pada satu komoditas.
Janji Bupati Kutai Timur H Ardiansyah akan memperhatikan Desa Kolek dengan memperbaiki prasara jalan hanyalah isapan jempol. Nyatanya hingga saat ini, jalan yang di bangun hanyalah jarak 2 kilo dari Desa Kolek. Akan tetapi tidak masuk wilayah Desa Kolek. Sementara jalan di Desa Kolek sendiri dibiarkan tanpa ada perhatian khusus.
Menurut Kepala Desa Kolek Adi Kurniawan mengatakan kepada Media Istana saat berkunjung ke rumah pribadinya di Desa Kolek, mengatakan pengusulan ini sudah berkali – kali di bahas muke Musrembang di Kabupaten. Akan tetapi yang di dapat hanya tinggal mimpi karena Desa Kolek tidak diprioritaskan. Pihak Pemerintah di Sangatta tidak menanggapi serius.
” Hampir semua Desa dalam wilayah Kabupaten Kutai Timur ini mengeluh akan kebijakan baik Bupati Kutai Timur maupun Anggota DPRD Karena disaat kampanye, menjanjikan akan memperhatikan Desa Kolek. Akan tetapi setelah di lantik, mereka lupa dengan janjinya. ” Ungkap Adi Kurniawan kepada Media Istana.
Aroel Mandang


