Pemkab Sumenep Hadirkan Inovasi Pertanian, Drone Digunakan Tingkatkan Produksi Padi

Pemkab Sumenep Hadirkan Inovasi Pertanian, Drone Digunakan Tingkatkan Produksi Padi

BR-V || Sumenep – Pemanfaatan teknologi modern di sektor pertanian mulai diterapkan secara nyata di Kabupaten Sumenep. Pemerintah daerah memastikan para petani mendapatkan dukungan teknologi tepat guna guna meningkatkan produktivitas sekaligus efisiensi kerja di lahan persawahan.

‎Komitmen tersebut terlihat saat Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, meninjau langsung proses penyemprotan tanaman padi menggunakan Drone di Desa Poreh, Kecamatan Lenteng, Rabu (7/1/2026). Teknologi penyemprotan dari udara ini menjadi bagian dari inovasi pertanian yang tengah dikembangkan Pemkab Sumenep.

‎Penerapan Drone pertanian dinilai mampu mempercepat proses perawatan tanaman, menghemat tenaga, serta menghasilkan penyemprotan yang lebih merata. Selain itu, teknologi ini juga diharapkan dapat menekan biaya operasional petani, khususnya pada lahan persawahan yang luas.

Bupati Achmad Fauzi Wongsojudo menegaskan, modernisasi pertanian menjadi langkah strategis dalam mendukung program swasembada pangan nasional. Menurutnya, peningkatan produksi harus dibarengi dengan metode kerja yang lebih efisien dan berpihak pada petani.

‎“Teknologi seperti drone ini kita dorong agar petani tidak terbebani kerja berat, namun hasil tanamannya tetap maksimal. Pemerintah hadir untuk memastikan solusi ini benar-benar bisa dimanfaatkan,” ujar Fauzi.

‎Ia menyebutkan, dengan meningkatnya produktivitas dan efisiensi, kontribusi daerah terhadap ketahanan pangan nasional akan semakin kuat dan berkelanjutan.

‎Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Sumenep, Chainur Rasyid, menjelaskan bahwa Kecamatan Lenteng dipilih sebagai lokasi penerapan karena merupakan salah satu lumbung padi di Sumenep. Penggunaan Drone akan terus dikawal melalui pendampingan penyuluh pertanian agar penerapannya aman dan optimal.

‎Pemkab Sumenep berharap inovasi pertanian berbasis teknologi ini dapat menjadi contoh bagi wilayah lain, sekaligus mendorong terwujudnya pertanian modern yang produktif, efisien, dan berkelanjutan.