Dua hari Blank Spot, putuskan jaringan komunikasi. Wisatawan sangat kecewa

Dua hari Blank Spot, putuskan jaringan komunikasi. Wisatawan sangat kecewa

Pulau Wisata Maratua kembali menuai keluhan dari wisatawan. Selama dua hari berturut turut, kawasan wisata unggulan Kabupaten Berau ini mengalami blank spot total jaringan telekomunikasi dan internet.

Kondisi tersebut meninggalkan kesan buruk bagi wisatawan yang tengah menikmati masa libur.

Gangguan jaringan membuat wisatawan kesulitan berkomunikasi dengan keluarga, mengakses informasi perjalanan, hingga melakukan transaksi digital.

Padahal Maratua selama ini dipromosikan sebagai destinasi bahari berkelas internasional dengan kunjungan wisatawan lokal hingga mancanegara.

Diketahui, beberapa hari sebelumnya cuaca di perairan Maratua sempat dilanda angin kencang dan gelombang tinggi. Namun sejumlah warga setempat menyebutkan bahwa kondisi cuaca tersebut merupakan hal yang biasa terjadi pada musim tertentu dan kerap berulang setiap tahun.

“Angin kencang dan gelombang seperti ini sudah biasa di Maratua. Hampir setiap musim ada. Tapi yang jadi masalah, setiap cuaca ekstrem sedikit saja, jaringan komunikasi langsung hilang,” ungkap seorang warga.

Seorang wisatawan lokal asal Tanjung Redeb juga mengungkapkan kekecewaannya. Ia menilai keindahan alam Maratua tidak diragukan, namun persoalan sinyal menjadi ironi yang terus berulang.

“Keindahannya memang luar biasa dan sering disebut objek wisata internasional. Tapi persoalan sinyal ini selalu jadi keluhan. Kapan dan sampai kapan,” ujarnya.

Terkait kondisi tersebut, Camat Maratua, Ariyanto mendorong Pemerintah Daerah agar memikirkan solusi konkret sehingga jaringan komunikasi di Pulau Maratua tidak terus menerus mengalami blank spot, terutama saat terjadi gangguan cuaca.

Camat Maratua menilai ketersediaan jaringan telekomunikasi dan internet sangat penting, tidak hanya untuk menunjang kenyamanan wisatawan lokal dan mancanegara, tetapi juga untuk mendukung layanan masyarakat serta aktivitas pemerintahan di wilayah kepulauan.

Sementara itu, sejumlah warga Maratua juga menyampaikan harapannya agar ada langkah teknis yang lebih serius. Mereka meminta adanya penambahan tower telekomunikasi, khususnya di area gunung atau tebing Pulau Maratua, agar jangkauan sinyal tetap dapat diakses meskipun terjadi cuaca ekstrem.

“Kalau ada tower di titik yang lebih tinggi seperti gunung atau tebing, kemungkinan sinyal bisa lebih stabil. Jadi tidak setiap ada cuaca buruk langsung blank spot total,” ungkap salah satu warga.

Hingga memasuki tahun 2026, persoalan jaringan telekomunikasi dan internet di Pulau Maratua masih menjadi pekerjaan rumah yang belum terselesaikan.

Kondisi ini dinilai berpotensi menurunkan kenyamanan wisatawan sekaligus mencederai citra Maratua sebagai destinasi wisata unggulan.

Bagaimanapun, persoalan ini menjadi PR bagi Pemerintah Daerah untuk segera mencari solusi agar objek wisata Pulau Maratua tidak terus menjadi keluhan wisatawan yang hendak menjelajahi berbagai spot wisata secara menyeluruh.

Masyarakat berharap ada langkah nyata dan berkelanjutan, bukan sekadar wacana. Sebab tanpa dukungan infrastruktur telekomunikasi yang memadai, predikat wisata internasional dikhawatirkan hanya akan menjadi label tanpa kesiapan yang sepadan.