MRKR Resmi Angkat Dato’ Megat Rury Afriansyah sebagai Panglima Utama, Penguatan Struktur Adat Melayu Kepri

MRKR Resmi Angkat Dato’ Megat Rury Afriansyah sebagai Panglima Utama, Penguatan Struktur Adat Melayu Kepri

Beritarepublikviralnews.com .Tanjungpinang — Majelis Rakyat Kepulauan Riau (MRKR) secara resmi menetapkan Dato’ Megat Rury Afriansyah sebagai Panglima Utama MRKR. Keputusan itu tertuang dalam Surat Keputusan No: 001/MRKP-SK.PM/III/2025 yang ditandatangani Ketua Umum MRKR, H. Huzrin Hood, S.H., M.H., M.Pd.I., pada 11 Maret 2025 di Tanjungpinang.

Pengangkatan ini dilakukan sebagai bagian dari upaya memperkuat struktur dan kepemimpinan MRKR, terutama dalam menjalankan agenda-agenda strategis terkait kelembagaan, adat, dan aspirasi masyarakat Melayu Kepulauan Riau. Dalam konsiderans keputusan, MRKR menilai Dato’ Megat Rury Afriansyah memiliki kecakapan, kelayakan, serta komitmen untuk memikul amanah sebagai Panglima Utama.

Penetapan tersebut merujuk pada Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) MRKR serta hasil musyawarah pimpinan organisasi yang berlangsung pada 10 Maret 2025. Melalui keputusan ini, Dato’ Megat Rury diberikan kewenangan penuh untuk memimpin, mengatur, dan melaksanakan tugas-tugas strategis dalam lingkup MRKR sesuai ketentuan organisasi.

Dalam naskah pelantikan yang disertakan, MRKR menegaskan bahwa pengangkatan ini diharapkan mampu memperkuat peran lembaga dalam menjaga marwah masyarakat Melayu, memelihara keseimbangan sejarah dan budaya, serta membela kepentingan masyarakat adat di tengah dinamika pembangunan dan perubahan sosial yang berlangsung di Kepulauan Riau.

Dokumen tersebut juga memuat doa dan harapan agar Panglima Utama yang baru dapat menjalankan tugas dengan jujur, amanah, dan penuh dedikasi. MRKR menekankan bahwa seluruh tugas, hak, dan tanggung jawab yang melekat pada jabatan Panglima Utama kini berada sepenuhnya di bawah kewenangan Dato’ Megat Rury sejak tanggal ditetapkannya keputusan ini.

Keputusan ini bersifat berlaku efektif sejak ditandatangani, dengan kemungkinan peninjauan kembali apabila dibutuhkan untuk penyempurnaan organisasi. Pengangkatan tersebut menandai konsolidasi baru dalam tubuh MRKR, yang selama ini memposisikan diri sebagai penjaga nilai, identitas, dan kepentingan masyarakat Melayu di Kepulauan Riau.

Dengan struktur kepemimpinan yang diperkuat, MRKR berharap dapat semakin responsif menghadapi isu-isu adat, sosial, dan kedaulatan budaya yang berkembang di wilayah Kepri, sekaligus mempertegas perannya dalam ruang publik sebagai lembaga adat yang aktif mengawal aspirasi masyarakat tempatan.

[ redaksi ]