🚩📢RANAH MINANG BERGEMA SUARA TEGAS: AKSI DAN DEKLARASI BESAR — ANTI LGBT DAN NARKOBA !!!

🚩📢RANAH MINANG BERGEMA SUARA TEGAS: AKSI DAN DEKLARASI BESAR — ANTI LGBT DAN NARKOBA !!!

Beritarepublikviral.com //PADANG, — Di dada bumi Sumatera Barat yang diwarisi semangat “Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah”, seolah-olah bukit-bukit yang berdiri tegak mulai berbisik, jalanan kota mulai bersiap, dan setiap butir debu sejarah ikut terbangun mendengar satu tekad agung yang kini dikumandangkan dengan suara lantang dan bulat:
“KAMI TIDAK AKAN PERNAH MERELAKAN SEJENGKAL TANAH PUN DI RANAH MINANGKABAU INI DIINJAK OLEH PELAKU LGBT DAN NARKOBA!!!”

Kalimat suci dan tegas itu bukan sekadar tulisan diam di atas kertas semata; ia telah berubah menjadi napas gerakan besar yang menyapu seluruh penjuru Serambi Mekkah.

Sebuah panggilan suci kini telah dikumandangkan luas: Aksi dan Deklarasi Minangkabau Anti‑LGBT dan Anti‑Narkoba, yang dijadwalkan akan meledak dalam semangat persatuan pada hari Ahad, 21 Juni 2026, dimulai tepat pukul 05.00 WIB (bakda shalat Shubuh) dan berlanjut hingga tuntas.

Tempat yang dipilih sebagai titik mula pertemuan ini bukanlah kebetulan: Masjid Raya Syekh Ahmad Khatib Al‑Minangkabawi Sumatera Barat — tempat di mana menara‑menara tingginya telah lama menjadi saksi bisu dan penunjuk arah kebenaran — kini akan kembali menjadi pusat berkumpulnya ribuan jiwa yang satu hati.

Di sini, segalanya akan dimulai dengan langkah yang paling suci: shalat Subuh berjamaah. Saat rakaat‑rakaat do’a terbang naik ke langit, seolah dinding‑dinding masjid itu pun ikut mengaminkan permohonan agar tanah ini senantiasa tetap bersih, terpelihara, dan terlindung dari segala wabah yang ingin merusak sendi kehidupan.

Setelah jiwa diperkuat dengan ibadah, barulah perjalanan agung dimulai: sebuah Parade dan Aksi Jalan Bersama yang akan menelusuri jalan‑jalan utama Kota Padang, bergerak dalam lautan manusia yang padu menuju titik tujuan terakhir: halaman dan depan gedung Kepolisian Daerah Sumatera Barat.

Di sepanjang rute itu, aspal kota seolah akan bergetar penuh harapan menyambut langkah kaki yang serempak; angin pagi akan memikul pesan peringatan ini dan menyebarkannya ke setiap gang dan nagari: bahwa di tanah warisan leluhur ini, tidak ada tempat untuk penyimpangan moral maupun racun narkoba yang mematikan akal dan masa depan anak bangsa.

Gerakan mulia ini bukanlah perjuangan sekelompok orang saja — melainkan persekutuan raksasa dari seluruh elemen masyarakat Minangkabau yang kini bangkit serentak.

Panggilan undangan telah meluas merangkul siapa saja yang masih memegang teguh harga diri tanah air: mulai dari para Niniak Mamak penjaga adat, para Alim Ulama penerang jalan agama, Cadiak Pandai dan Bundo Kanduang yang memegang peranan penting dalam tatanan keluarga, hingga para tokoh masyarakat, pemuka agama, kalangan perempuan, organisasi massa, ormas, mahasiswa, pelajar, pemuda‑remaja, serta seluruh lapisan warga dari berbagai komunitas sosial dan keagamaan.

Semuanya dipersilakan hadir mengenakan seragam atau atribut khas masing‑masing — tanda bahwa meski berbeda lambang, kita semua satu tubuh dalam mempertahankan kemurnian Ranah Minang.

Rangkaian acara yang disusun rapi ini pun membawa makna bertingkat yang dalam:

1. Aksi Jalan Bersama: Menjadi bukti nyata kekuatan persatuan, kepedulian, dan cinta mendalam terhadap tanah kelahiran;

2. Serangkaian Orasi: Di mana suara‑suara pemimpin akan bergema lantang — mulai dari Gubernur Provinsi, Ketua LKAAM, Bundo Kanduang, Ketua DPRD, MTI, BKMT, hingga pimpinan Aliansi BEM se‑Sumbar — semuanya menyampaikan satu pesan yang sama: Basmi dan Usir! Musnahkan! serta menegaskan bahwa Peraturan Daerah Anti‑LGBT adalah Perda Prioritas yang harus segera lahir dan ditegakkan;

3. Puncak Aksi Penandatanganan Kain Putih: Sebuah momen penuh simbolisme agung, di mana selembar kain putih panjang mencapai 1 Kilometer lebih akan dihiasi ribuan tanda tangan, sumpah, dan janji setia dari tokoh adat, ulama, pemerintah, mahasiswa, hingga rakyat jelata — menjadi bukti tak tergoyahkan bahwa “Minang yang Kami Cintai Berserta Martabatnya Tak Akan Pernah Dijual Atau Dibiarkan Tercemar”.

Tindakan suci ini akan dilaksanakan di kawasan bebas kendaraan kota, agar seluruh dunia dapat melihat keseriusan hati kami.

Di balik setiap baris kalimat dan setiap langkah yang disiapkan, tersimpan tekad yang tak tergoyahkan seperti bukit Barisan: bahaya penyimpangan dan narkoba tidak cukup hanya dilihat sebagai pelanggaran biasa, melainkan sebagai musuh bersama yang harus dilawan dengan Hukum Adat dan Pidana Adat yang tegas dan berjalan beriringan dengan hukum negara.

Sebagai penutup seruan ini, Lembaga Kerapatan Adat dan seluruh penggerak mengundang siapa saja yang masih peduli untuk mengonfirmasi kehadiran atau mencari informasi lebih lanjut melalui jalur resmi: Arfa Kasni MS, SP, MMP, C.Med. Dt. Tumangguang di nomor telepon 0821‑7225‑3358.

Dan pada akhirnya, pesan terakhir yang terus bergema seiring berjalannya waktu menuju hari Ahad itu adalah:

“NINIAK MAMAK, ALIM ULAMA, CADIAK PANDAI, SARATO BUNDO KANDUANG DAN ANAK NAGARI — BERSATU MEMBASMI PENYAKIT SOSIAL..!!!” 🤲💚

Ranah Minang berbicara: ia ingin tetap suci. Dan kami, anak‑anaknya, telah bersiap menjaga janji itu hingga napas terakhir. 🇮🇩🌿
(Reporter : Tb Mhd Arief Hendrawan)