Beritarepublikviral.com //PADANG, — Berdasarkan keputusan penting yang ditetapkan dalam pertemuan penuh hikmah yang berlangsung di ruang sidang kantor Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) Jalan KH. Ahmad Dahlan Nomor 17 kota Padang- Sumatera Barat, Sabtu, 20 Juni 2026 — telah dikumandangkan kabar gembira sekaligus seruan tegas yang akan menggema ke segenap penjuru Kota Padang dan seluruh warga di 19 Kabupaten/Kota Sumatera Barat .
Sebuah peristiwa bersejarah kini telah dijadwalkan: Parade dan Deklarasi Besar “Minangkabau Darurat Anti‑LGBT dan Anti‑Narkoba”, yang akan berjalan megah dan penuh semangat pada hari Minggu, 21 Juni 2026, tepat saat cahaya fajar mulai menyelinap lembut ke ufuk timur, dimulai pukul 05.30 WIB.
Gerakan agung ini bukan sekadar barisan manusia yang berjalan di atas aspal semata, melainkan napas nyata dari sebuah pergerakan besar yang terus berdenyut dan bergerak maju — digerakkan langsung oleh LKAAM Sumatera Barat yang bersatu hati dengan pihak aparat terkait dan puluhan organisasi kepemudaan, perserikatan aliansi mahasiswa, dan berbagai elemen masyarakat luas.
Diperkirakan, lebih dari 3.000 jiwa akan berkumpul menjadi satu lautan manusia yang sama‑sama mengangkat suara: Ranah Minang ingin tetap suci, tetap bersih, dan tetap teguh berpegang pada jalan kebenaran.
Tujuan mulia ini menjadi bukti nyata kelanjutan dari serangkaian usaha gencar yang belakangan ini terus didorong di bawah kepemimpinan tegas Ketua Umum LKAAM Sumatera Barat, Bapak Prof.Dr. Fauzi Bahar,M.Si Dt.Sati dan Ketua Panitia Parade Arfa Kasni MS, S.P., M.M.P., C.Med. Dt. Tumangguang.
Seolah‑olah warisan leluhur sendiri berbisik dan menggerakkan tangan para pemimpin, lembaga ini tak henti‑henti merajut dan menyempurnakan draf‑draf hukum adat serta tata tertib pidana adat.
Bersamaan dengan itu, desakan kuat terus disuarakan demi lahirnya Peraturan Daerah khusus yang kokoh — sebuah jawaban resmi dan tegas menghadapi apa yang dirasakan dan dinilai bersama oleh masyarakat sebagai “Kondisi Darurat Perilaku Menyimpang serta Serangan Bahaya Narkoba”ujar Fauzi Bahar.
Segala daya upaya ini terjalin atas satu tujuan abadi: menjaga agar tiang utama kehidupan di tanah ini — kalimat suci “Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah” — tetap berdiri tegak tak tergoyahkan, tetap menjadi payung pelindung, dan tetap menjadi jantung yang memompa darah kemurnian ke setiap urat kehidupan warga Minangkabau.
Pertemuan agung dan titik mula perjalanan parade ini telah ditetapkan dengan penuh makna: Masjid Raya Syekh Ahmad Khatib Al‑Minangkabawi Sumatera Barat — yang dulu dan tetap dikenal luas sebagai Masjid Raya Sumatera Barat — dipilih menjadi tempat berkumpul utama.
Di sinilah tempat di mana dinding‑dinding batu seolah masih menyimpan gema doa masa lalu, di mana menara‑menara tinggi mengangkat pandangan ke langit, dan dari halamannya nanti akan mengalirkan arus besar kesadaran yang menyebar ke seluruh penjuru kota.
Gerakan ini dipelopori sepenuhnya oleh LKAAM Sumatera Barat sebagai induk dan pelindung nilai budaya, namun kekuatannya lahir dari persekutuan luas: aliansi organisasi pemuda yang berapi‑api semangatnya, kalangan mahasiswa yang tajam kesadarannya, serta seluruh lapisan warga Kota Padang yang masih menjaga cinta mendalam terhadap tanah kelahiran.
Musyawarah luar biasa (Muslab) tersebut antara lain dihadiri bundo kandung Sumbar, Rumah Gadang Saiyo, Kesbangpol Sumbar dan kota Padang, BEM LP3I, anggota Kodim 0312 dan Polda Sumbar.
Di Minggu pagi hari yang suci itu, langkah kaki yang serempak akan berdetak selaras dengan irama hati yang satu — seolah jalanan Kota Padang pun ikut bergetar penuh harapan, seolah angin pagi akan membawa seruan ini lebih jauh lagi, dan seolah setiap sudut bangunan bersejarah di sekitarnya ikut bersaksi: Bahwa di Ranah Minang, warisan luhur tidak akan diam saja saat terancam. Ia bangkit, berjalan, dan berteriak menjaga keselamatan generasi masa depan.(Tb Mhd Arief Hendrawan)


