BeritaRepublikViral.com // MUSI BANYUASIN – Warga RT 04 RW 01 Desa Telang, Kecamatan Bayung Lencir, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Sumatera Selatan, mengeluhkan dampak debu yang ditimbulkan dari pekerjaan perbaikan Jalan Lintas Palembang–Jambi yang saat ini sedang berlangsung, Rabu (17/06/2026).
Keluhan warga muncul setelah badan jalan dilakukan pengupasan aspal dan penghamparan agregat. Namun, selama dua hari terakhir, warga mengaku tidak melihat adanya penyiraman jalan yang dilakukan oleh pihak kontraktor pelaksana proyek.
Akibat kondisi tersebut, debu halus beterbangan dan menyelimuti kawasan permukiman warga, terutama saat kendaraan melintas. Debu bahkan dilaporkan masuk ke dalam rumah-rumah warga dan mengganggu aktivitas sehari-hari.
Warga menilai kondisi ini tidak hanya mengurangi kenyamanan, tetapi juga berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan, khususnya bagi anak-anak, lansia, serta pengguna jalan yang setiap hari melintasi lokasi pekerjaan.
“Kami tidak menolak pembangunan jalan, tetapi kontraktor juga harus memperhatikan dampaknya terhadap warga. Sudah dua hari tidak ada penyiraman sehingga debu terus beterbangan masuk ke rumah-rumah warga,” ungkap salah seorang warga setempat.
Menurut warga, penyiraman jalan merupakan langkah penting yang seharusnya dilakukan secara rutin selama proses pengerjaan berlangsung guna meminimalisir dampak lingkungan dan menjaga kesehatan masyarakat sekitar.
Menanggapi keluhan tersebut, Ketua Lembaga Generasi Muda Peduli Tanah Air (GEMPITA) Muba, Mauzan alias Bonang, meminta pihak kontraktor segera mengambil langkah konkret untuk mengendalikan debu yang semakin parah.
“Selain menjaga kenyamanan masyarakat, langkah tersebut juga penting untuk mencegah risiko gangguan kesehatan akibat paparan debu dalam jangka waktu yang lama,” tegas Bonang.
GEMPITA Muba juga mendesak instansi terkait serta pengawas proyek untuk turun langsung ke lapangan guna memastikan pelaksanaan pekerjaan berjalan sesuai standar keselamatan, memperhatikan aspek lingkungan, serta tidak menimbulkan kerugian bagi masyarakat yang terdampak.
Menurutnya, setiap proyek pembangunan infrastruktur harus mengedepankan prinsip kehati-hatian dan tanggung jawab sosial, sehingga manfaat pembangunan dapat dirasakan tanpa mengabaikan kenyamanan serta kesehatan warga sekitar.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kontraktor pelaksana terkait keluhan warga mengenai tidak dilakukannya penyiraman jalan selama proses pekerjaan berlangsung.
Masyarakat berharap pihak pelaksana proyek segera merespons keluhan tersebut dengan melakukan penyiraman rutin dan langkah-langkah mitigasi lainnya agar aktivitas warga dapat kembali berjalan dengan nyaman.
Sumber : GEMPITA Muba
Penulis : Redaksi
Editor : Redaksi


