MBG Program Mulia, Yang Salah Pejabat Pengelola

MBG Program Mulia, Yang Salah Pejabat Pengelola

Berita Republik Viral.com: Irsof

Jakarta – Oleh : Lutfi Nasution, Swarna Dwipa Institute/Aktivis 98_

Jujur saja, kalau baca rilis Kejagung 3 Juni 2026, rasanya marah. Program sebesar MBG yang niatnya untuk ngangkat gizi anak Indonesia, kok bisa dicoreng dari dalam?

MBG itu program mulia Presiden Prabowo. Targetnya sederhana tapi berat: turunkan stunting, cukupi gizi 82,9 juta anak. Anggarannya pun tidak main-main: Rp85,27 triliun di 2025 dan Rp268 triliun di 2026. Ini bukan proyek seremonial. Ini soal masa depan bangsa.

Tapi mulianya program tidak otomatis menjamin mulianya pelaksana.

Faktanya, Kejagung sudah menetapkan 3 petinggi BGN sebagai tersangka korupsi tata kelola MBG 2025-2026. Inisialnya DH – Kepala BGN, SS – Waka BGN Bidang Operasional, dan LP – Waka BGN Bidang Organisasi. Modusnya? Dugaan akal-akalan verifikasi yayasan mitra SPPG. Yayasan yang tidak layak, diloloskan. Ada indikasi keterkaitan dengan pejabat BGN.

Artinya apa? Artinya piring anak-anak kita sempat dipertaruhkan oleh permainan meja pejabat. SPPG yang harusnya jadi dapur sehat, malah jadi ladang bancakan.

Kalau program sebesar ini bobrok di hulu, jangan salahkan anak-anak yang masih stunting. Jangan salahkan anggaran yang “kurang”. Salahkan sistem yang bolong dan orang yang sengaja melubanginya.

MBG tidak gagal. Yang gagal adalah integritas oknum yang dititipi amanah. Program ini lahir dari Asta Cita. Visinya jelas: SDM unggul dimulai dari gizi. Jadi jangan jadikan 3 nama tersangka itu sebagai alasan untuk mematikan program. Itu sama saja membakar rumah karena ada tikus di dapur.

*Solusinya tegas, bukan basa-basi:*

1. *Bongkar total tata kelola.* Portal mitra SPPG harus diaudit forensik. Jangan ada lagi yayasan titipan yang lolos karena “dekat dengan pejabat”. Transparansi itu murah, tapi menyelamatkan triliunan.

2. *Tangkap dalangnya, bukan kambing hitam.* Kejagung sudah mulai. Tapi prosesnya harus tuntas sampai ke akar. Siapa pun dia, sekuat apa pun jaringannya.

3. *Isi BGN dengan orang yang punya nurani, bukan nafsu.* MBG butuh teknokrat + aktivis lapangan, bukan broker anggaran. Cari orang yang malu kalau anak Indonesia masih kurang gizi, bukan malu kalau setoran kurang.

MBG adalah program mulia. Titik. Kalau ada yang merusaknya, maka oknum itulah musuhnya anak Indonesia. Jangan pernah balik menyerang programnya.

Generasi emas tidak lahir dari dapur yang kotor. Generasi emas lahir dari dapur yang bersih, anggaran yang jujur, dan pejabat yang takut Tuhan.

Sumber : Humas MIO Indonesia DKI Jakarta