DARI SEORANG VOLUNTEER MENJADI PANITIA: PERJALANAN BERHARGA EVELINA LIMBERNIA, S. HUM DI IMLF-4

DARI SEORANG VOLUNTEER MENJADI PANITIA: PERJALANAN BERHARGA EVELINA LIMBERNIA, S. HUM DI IMLF-4

Beritarepublikviral.com//PADANG, – The 4th International Minangkabau Literacy Festival (IMLF-4) menjadi pengalaman yang sangat berharga bagi saya. Keterlibatan saya dalam festival ini memiliki makna tersendiri, karena tahun lalu saya berpartisipasi sebagai volunteer. Sedangkan pada IMLF-4 tahun ini dipercaya menjadi bagian dari kepanitiaan.

Perubahan peran ini memberikan pengalaman dan sudut pandang yang berbeda dalam melihat bagaimana sebuah festival literasi internasional diselenggarakan. Saat menjadi volunteer pada IMLF sebelumnya, saya banyak belajar tentang pelayanan, kerja sama, dan bagaimana mendukung kelancaran kegiatan di lapangan.

Namun ketika dipercaya menjadi panitia pada IMLF-4, saya mulai memahami lebih dalam berbagai proses yang terjadi di balik layar, mulai dari tahap persiapan hingga pelaksanaan acara. Pengalaman yang luar biasa ini membuat saya semakin menghargai makna kerjasama seluruh pihak yang terlibat dalam mensukseskan sebuah kegiatan berskala internasional.

Pada IMLF-4, saya dipercaya sebagai Asisten Pribadi Ketua Umum sekaligus Person in Charge (PJ) Seminar Guru pada bidang administrasi. Sebagai Asisten Pribadi Ketua Umum, saya membantu berbagai kebutuhan Bundo Sastri selaku Ketua Umum selama kegiatan berlangsung. Saya bertugas mendampingi berbagai keperluan yang berkaitan dengan tamu-tamu penting IMLF, termasuk membantu penyerahan dan penerimaan cendera mata dari berbagai pihak.

Melalui tugas ini, saya berkesempatan menyaksikan secara langsung interaksi dengan berbagai tamu kehormatan, mulai dari VVIP, VIP, Wali Kota beserta jajarannya, narasumber, delegasi, hingga tokoh-tokoh penting lainnya yang hadir dalam festival. Dari pengalaman yang sangat berharga tersebut, saya belajar tentang etika, pelayanan terbaik dengan hati, komunikasi, dan profesionalisme dalam mendampingi sebuah kegiatan internasional.

Selain itu, saya juga bertanggung jawab sebagai PJ Seminar Guru pada bidang administrasi, khususnya dalam pembuatan dan pendistribusian sertifikat bagi para guru peserta seminar. Tugas ini mengajarkan saya pentingnya ketelitian, tanggung jawab, dan manajemen waktu yang baik.

Setiap data harus diperiksa dengan cermat, agar sertifikat dapat diterima peserta dengan benar dan tepat waktu. Walaupun pekerjaan ini lebih banyak dilakukan di balik layar, saya merasa bangga dapat berkontribusi dalam mendukung kelancaran salah satu rangkaian kegiatan penting dalam IMLF-4.

Menjalani dua peran tersebut tentu bukan tanpa tantangan. Ada banyak hal yang harus diselesaikan dalam waktu yang terbatas, berbagai kebutuhan yang muncul secara mendadak, serta pekerjaan administratif yang memerlukan perhatian terhadap detail.

Namun dari semua proses tersebut, saya memperoleh pelajaran yang sangat berharga tentang profesionalisme, komunikasi, kerja sama tim, dan kemampuan beradaptasi dalam situasi yang dinamis.
Tentu, seperti halnya kegiatan besar lainnya, IMLF-4 tidak terlepas dari berbagai kekurangan dan tantangan. Ada kalanya kami menghadapi keterbatasan waktu, perubahan yang terjadi secara mendadak, serta berbagai kendala yang membutuhkan penyesuaian cepat.

Namun, hal yang paling saya kagumi adalah bagaimana seluruh panitia dan volunteer mampu saling mendukung untuk menutupi kekurangan tersebut bersama-sama. Tidak ada tim yang sempurna, tetapi semangat gotong royong, rasa kekeluargaan, dan kepedulian satu sama lain membuat setiap tantangan dapat kita lalui dengan baik.

Salah satu hal yang paling saya syukuri adalah kesempatan untuk bertemu dan belajar dari banyak orang hebat yang terlibat dalam aktifitas IMLF-4. Dalam rangkaian Festival ini mempertemukan akademisi, sastrawan, pendidik, pegiat literasi, mahasiswa, serta berbagai tokoh dari dalam maupun luar negeri.

Setiap pertemuan, percakapan, dan pengalaman yang saya dapatkan selama kegiatan menjadi pembelajaran yang sangat berharga bagi saya, baik secara pribadi maupun profesional.

Secara pribadi, saya juga ingin menyampaikan permohonan maaf apabila selama pelaksanaan IMLF-4 saya belum dapat banyak membantu tugas-tugas di luar tanggung jawab yang telah dipercayakan kepada saya.

Sebagian besar waktu dan perhatian saya tersita untuk menjalankan amanah sebagai Asisten Pribadi Ketua Umum serta PJ Seminar Guru pada bidang administrasi. Meskipun demikian, saya selalu berusaha memberikan yang terbaik dalam peran yang saya jalankan demi kelancaran kegiatan ini.

Saya sangat menghormati seluruh panitia dan volunteer yang telah bekerja keras, saling membantu, dan mengisi kekurangan satu sama lain, sehingga IMLF-4 dapat terlaksana dengan baik.

Terima kasih kepada Bundo Sastri Bakry selaku Ketua IMLF-4 yang telah memberikan kepercayaan kepada saya, serta kepada seluruh panitia, volunteer, narasumber, peserta, sponsor, dan semua pihak yang telah menjadi bagian dari kesuksesan IMLF-4.

Saya merasa sangat bersyukur kepada Allah SWT mendapat rahmat-Nya tumbuh bersama IMLF, dari seorang volunteer hingga dipercaya menjadi bagian dari kepanitiaan.

Bagi saya, IMLF-4 bukan sekadar sebuah festival literasi. Ia adalah ruang pembelajaran, pengabdian, dan pertumbuhan yang mengajarkan diri pribadi kita bahwa setiap peran, sekecil apa pun, memiliki arti penting dalam mewujudkan sesuatu yang besar.

Perjalanan dari seorang volunteer menjadi panitia telah memberikan banyak pelajaran berharga tentang tanggung jawab, kerja sama, dan dedikasi. Semoga IMLF terus berkembang, menjangkau lebih banyak masyarakat, serta menjadi jembatan yang menghubungkan literasi, budaya, dan pendidikan di tingkat nasional maupun internasional. Sampai bertemu kembali pada perjalanan IMLF berikutnya.