Bupati Dan Wakil Hadir Bersama PMI Saat Kebakaran Di Klungkung

Bupati Dan Wakil Hadir Bersama PMI Saat Kebakaran Di Klungkung

BR – V # Klungkung – Bali || Musibah kebakaran melanda permukiman warga di Dusun Tengah, Desa Timuhun, Kecamatan Banjarangkan, Kabupaten Klungkung pada Selasa (9/6/2026) pagi. Sebuah bangunan rumah milik warga hangus dilalap si jago merah dalam peristiwa tersebut.

Menurut informasi yang dihimpun, kobaran api mulai terlihat sekitar pukul 08.00 WITA. Dampak dari musibah ini terbilang parah, di mana api menghanguskan dua unit bangunan yang terdiri dari satu ruang tamu, dua kamar tidur, dan satu dapur.
Mendapat laporan dari warga, Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Klungkung langsung bergerak cepat. Sebanyak dua regu petugas pemadam dengan mengendarai tiga unit armada mobil damkar diterjunkan ke lokasi untuk menjinakkan api.

Setelah hampir satu jam berjibaku melawan kobaran api di lapangan, petugas akhirnya berhasil memadamkan sumber api. Petugas kemudian melanjutkan proses pendinginan untuk memastikan tidak ada lagi titik api tersembunyi yang berpotensi memicu kebakaran susulan. Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam kejadian ini. Dugaan awal, kebakaran dipicu oleh adanya korsleting (hubungan arus pendek) listrik.

Pasca-kejadian, kepedulian langsung ditunjukkan oleh jajaran pemerintah daerah dan organisasi kemanusiaan. Pada siang harinya, tepat pukul 14.30 WITA, tim Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Klungkung turun langsung ke lokasi kejadian untuk melakukan assessment (penilaian) awal. PMI menerjunkan tiga orang personel dengan dukungan satu armada ambulans.

Saat proses assessment berlangsung, Bupati Klungkung, I Made Satria didampingi oleh Wakil Bupati Klungkung, Tjokorda Gde Surya Putra juga hadir meninjau langsung lokasi kejadian. Kehadiran pemimpin daerah ini dilakukan untuk melihat langsung kondisi rumah yang terdampak sekaligus memberikan bantuan dan dukungan moral kepada keluarga yang tertimpa musibah.

Berdasarkan hasil data di lapangan, identitas pemilik bangunan yang tertimpa musibah tersebut adalah Bapak I Komang Suastika Arianta (44 tahun). Bangunan rumah yang terbakar tersebut dihuni oleh satu Kartu Keluarga (KK) dengan total lima jiwa, yang terdiri dari dua laki-laki dan tiga perempuan.

Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk selalu meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bahaya kebakaran, khususnya yang disebabkan oleh instalasi dan peralatan listrik di lingkungan rumah tangga. Dengan pemeriksaan rutin dan penggunaan instalasi listrik yang sesuai standar, risiko terjadinya kebakaran dapat diminimalkan. (PAN/RIS PMI)