Polsek Muara Ancalong Pantau Langsung Program Ketahanan Pangan, Lahan 10 Hektar Tanam Jagung

Polsek Muara Ancalong Pantau Langsung Program Ketahanan Pangan, Lahan 10 Hektar Tanam Jagung

Berita Republik – Viral

Muara Ancalong, 8 Juni 2026

Dukungan terhadap program ketahanan pangan nasional terus diperkuat di wilayah Kabupaten Kutai Timur. Polsek Muara Ancalong melaksanakan pengecekan perkembangan program penanaman jagung yang dikelola PT TAP Group melalui PT Hamparan Perkasa Mandiri (HPM) dan PT SAWA di Desa Long Pejeng, Kecamatan Busang, Senin (8/6/2026).

Kegiatan pengecekan dilakukan untuk memantau progres penanaman, kondisi pertumbuhan tanaman, serta memastikan program ketahanan pangan yang dijalankan perusahaan berjalan sesuai target.

Kapolsek Muara Ancalong IPTU Erwan Tri Yusnanto menjelaskan bahwa program penanaman jagung tersebut merupakan bentuk dukungan terhadap upaya mewujudkan swasembada pangan sekaligus pemanfaatan lahan produktif di wilayah Kecamatan Busang.

“Hari ini kami melakukan pengecekan langsung terhadap perkembangan tanaman jagung yang dikelola PT TAP Group melalui PT HPM dan PT SAWA. Dari hasil pengecekan, secara umum pertumbuhan tanaman cukup baik dan menunjukkan perkembangan yang positif,” ujar IPTU Erwan Tri Yusnanto.

Lahan pertanian jagung tersebut berada di kawasan Pembibitan Tanah Merah Afdeling Hotel PT HPM, Desa Long Pejeng, Kecamatan Busang. Total luas lahan yang disiapkan mencapai 10 hektare, terdiri dari 5 hektare milik PT HPM dan 5 hektare milik PT SAWA.

Berdasarkan hasil pengecekan di lapangan, seluruh lahan seluas 10 hektare telah berhasil dibuka. Dari total luas tersebut, sebanyak 9 hektare telah ditanami jagung, sementara 1 hektare sisanya masih dalam proses pengolahan dan pengemburan tanah sebelum dilakukan penanaman.

Tanaman jagung yang ditanam menggunakan bibit hibrida Syngenta NK7328 SUMO. Saat ini tinggi tanaman berkisar antara 120 hingga 160 sentimeter dengan kondisi pertumbuhan yang relatif baik.

Untuk mendukung produktivitas tanaman, pihak pengelola telah melakukan pemupukan secara berkala menggunakan pupuk NPK 15 pada tanggal 2 April, 15 April, 16 April, dan 21 Mei 2026. Selain itu, pemupukan menggunakan pupuk urea juga telah dilakukan pada 5 Mei 2026.

Kapolsek menjelaskan bahwa proses penanaman dan perawatan tanaman dilakukan secara manual menggunakan sistem tugal dengan melibatkan 11 orang pekerja setiap harinya.

“Perawatan dilakukan secara rutin oleh para karyawan yang ditugaskan di lokasi. Ini menunjukkan keseriusan perusahaan dalam mendukung program ketahanan pangan yang menjadi salah satu program prioritas pemerintah,” jelasnya.

Meski demikian, hasil pengecekan juga menemukan adanya sebagian tanaman yang mengalami perlambatan pertumbuhan akibat kondisi cuaca kemarau yang terjadi sebelumnya. Namun pihak pengelola terus melakukan perawatan dan pemantauan agar pertumbuhan tanaman dapat kembali optimal.

Menurut IPTU Erwan Tri Yusnanto, sinergi antara perusahaan, masyarakat, dan aparat keamanan menjadi faktor penting dalam keberhasilan program ketahanan pangan.

“Kami akan terus melakukan monitoring dan pendampingan terhadap program ini. Harapannya, hasil panen nantinya dapat memberikan kontribusi positif bagi ketahanan pangan daerah sekaligus mendukung program pemerintah dalam meningkatkan produksi pangan nasional,” ungkapnya.

Polsek Muara Ancalong berkomitmen mendukung seluruh program ketahanan pangan yang dilaksanakan di wilayah hukumnya sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat dan mendukung pembangunan daerah.

Program penanaman jagung di lahan PT TAP Group melalui PT HPM dan PT SAWA diharapkan dapat menjadi salah satu contoh keberhasilan pengembangan sektor pertanian di wilayah pedalaman Kutai Timur.

 

Aroel Mandang