BeritaRepublikViral.com // INDRAMAYU – Sejumlah guru besar dan profesor lintas disiplin ilmu mendeklarasikan pembangunan 500 Pusat Pendidikan Nasional Berasrama Terintegrasi di seluruh kabupaten dan kota di Indonesia. Deklarasi bertajuk “Transformasi Revolusioner Pendidikan Berasrama Menuju Indonesia Raya Abadi” tersebut dibacakan di Mahad Al Zaytun, Indramayu, bertepatan dengan peringatan Hari Lahir Pancasila, Minggu (1/6/2026).
Deklarasi dibacakan oleh Syaykh Al Zaytun Abdussalam Rasyidi Panji Gumilang, S.Sos., M.P. sebagai bentuk komitmen para akademisi dalam mendorong transformasi pendidikan nasional yang lebih merata, berkualitas, dan berorientasi pada pembangunan peradaban Indonesia di masa depan.
Dalam deklarasi tersebut, para guru besar menilai bahwa pendidikan merupakan fondasi utama kemajuan bangsa. Namun, Indonesia masih menghadapi berbagai tantangan, mulai dari kesenjangan mutu pendidikan antarwilayah, belum meratanya akses pendidikan berkualitas, lemahnya pembangunan karakter dan kepemimpinan, hingga rendahnya budaya riset dan inovasi.
Selain itu, perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence), revolusi digital, transformasi ekonomi global, serta perubahan sosial yang berlangsung cepat menuntut lahirnya generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat, jiwa kebangsaan, kemampuan teknologi, kepemimpinan, serta nilai spiritual dan kemanusiaan yang kokoh.
Para cendekiawan mendorong penerapan pendekatan LSTEAMS (Law, Science, Technology, Engineering, Art, Mathematics, and Spiritual) sebagai fondasi pembangunan sumber daya manusia Indonesia yang unggul, kreatif, inovatif, taat hukum, serta bertanggung jawab terhadap kemajuan bangsa dan kemanusiaan global.
“Membangun manusia adalah membangun bangsa. Membangun pendidikan adalah membangun peradaban. 500 pusat pendidikan nasional berasrama untuk Indonesia Raya Abadi,” demikian bunyi penutup deklarasi.
Melalui deklarasi tersebut, para guru besar juga mengajak pemerintah pusat, pemerintah daerah, perguruan tinggi, dunia usaha, tokoh agama, tokoh budaya, organisasi masyarakat, serta seluruh elemen bangsa untuk menjadikan pembangunan manusia sebagai prioritas utama pembangunan nasional.
Program pembangunan 500 pusat pendidikan berasrama ini diharapkan mampu mempercepat pemerataan kualitas pendidikan nasional, memperkuat persatuan bangsa, meningkatkan daya saing sumber daya manusia Indonesia, serta mempersiapkan Indonesia menjadi salah satu kekuatan peradaban dunia pada abad ke-22.
Penulis : Dian Aquarista
Editor : Redaksi

