DIVISI REGIONAL II SUMATERA BARAT KAI MENJADI JEMBATAN PERSAHABATAN DUNIA, STASIUN YANG MEMBUKA TANGAN MENYAMBUT DUNIA

DIVISI REGIONAL II SUMATERA BARAT KAI MENJADI JEMBATAN PERSAHABATAN DUNIA, STASIUN YANG MEMBUKA TANGAN MENYAMBUT DUNIA

Beritarepublikviral.com//Padang Pariaman, – Stasiun Kereta Api Bandara Internasional Minangkabau seolah ikut berbahagia, membuka lebar pintunya dan menyebarkan kehangatan sejak pagi hari. Ia bukan sekadar tempat persinggahan, melainkan pelabuhan hati yang menyambut kedatangan para utusan dari 37 negara yang datang membawa warna-warni budaya dan pemikiran. Di sinilah Divisi Regional II Sumatera Barat PT Kereta Api Indonesia berdiri sebagai tuan rumah yang ramah, membuktikan bahwa roda besi tidak hanya bergerak di atas rel, tetapi juga berperan sebagai pengantar nilai-nilai luhur, persahabatan, dan warisan budaya kepada dunia.

Penyambutan ini menjadi wujud nyata dukungan tulus terhadap perhelatan agung Festival Literasi Internasional Minangkabau ke-4, yang mengusung semangat “Dari Literasi Menuju Warisan” dan beriringan dengan peringatan 100 Tahun Jam Gadang—sang penanda waktu yang telah menjadi roh kebanggaan masyarakat. Perayaan yang membentang sepanjang bulan Juni ini terbagi dalam dua lembaran indah: pada 3–7 Juni diisi dengan pesta ilmu dan kata-kata, kemudian dilanjutkan pada 7–21 Juni dengan rangkaian seni, sejarah, dan kekayaan budaya yang tak ternilai.

Bersama Yayasan SATUPENA Sumatera Barat, acara ini mempertemukan sekitar 250 jiwa dari berbagai penjuru bumi. Mereka datang untuk menyelami kisah perjalanan tanah Minang, menggali potensi ekonomi kreatif, merasakan pesona alam, membahas gagasan sosial, serta merenungkan makna sastra dan adat istiadat yang telah terjaga turun-temurun selama satu abad perjalanan Jam Gadang.

Begitu melangkah masuk ke dalam stasiun, para tamu disambut dengan nuansa yang membelai hati. Irama tarian tradisional bergerak lembut bagaikan aliran sungai, puisi terlantun merdu seakan angin yang bercerita, dan hidangan khas tanah ini menyuguhkan rasa yang menceritakan kehangatan penduduknya. Kereta Api Minangkabau Ekspres pun tampil anggun, seolah ikut tersenyum menyapa, memperkenalkan dirinya sebagai kendaraan yang aman, nyaman, dan ramah bagi alam, sebelum kemudian mengantar para tamu menuju Bukittinggi yang sejuk dan bersejarah.

Kepala Divre II Sumbar KAI, Lutfi Wijaya, menyampaikan dengan bangga: “Kedatangan sahabat dari berbagai penjuru dunia adalah kehormatan besar bagi kami. Kami sepenuh hati mendukung momen bersejarah ini, berharap kehadiran mereka dapat mengukuhkan nama Sumatera Barat sebagai rumah bagi keindahan budaya, pelita ilmu, dan tujuan wisata yang memikat hati.”

Reza Shahab, Manajer Humas, menambahkan bahwa keterlibatan ini adalah bukti nyata komitmen perusahaan untuk tumbuh bersama daerah. “Kami bangga menjadi bagian dari sejarah ini. Melalui layanan kami, kami ingin menunjukkan bahwa kereta api bukan hanya sarana bergerak, tetapi juga wajah keramahan dan kemajuan yang ingin kami persembahkan kepada dunia.”

Apresiasi yang sama datang dari Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, yang menyebut peran KAI sangat berharga dalam menyambut tamu dan memuluskan langkah mereka. Demikian pula Ketua Panitia IMLF, Sastri Bakry, yang mengungkapkan rasa terima kasih yang mendalam: “Sinergi ini menjadi bukti bahwa ketika tangan-tangan baik bergandengan, maka jalan menuju kesuksesan akan terbuka lebar, dan pengalaman yang tercipta akan abadi tersimpan di hati setiap tamu.”

Kesan mendalam pun terukir di hati para tamu. Armin Limo, Duta Besar Bosnia dan Herzegovina, mengagumi kemajuan perkeretaapian Indonesia yang dinilainya luar biasa, modern, dan nyaman. Sementara itu, May White dari Australia memuji pemilihan lokasi penyambutan yang unik, menjadikan stasiun sebagai simbol ruang publik yang hidup dan mampu mempererat ikatan antarbudaya.

Melalui keterlibatan ini, Divre II Sumbar KAI menegaskan janjinya: akan terus berdampingan dalam setiap langkah kebaikan, mendorong kemajuan pariwisata, menjaga warisan budaya, dan memajukan kecintaan membaca. Semoga roda kereta yang berputar ini terus membawa kabar baik, menghubungkan hati, dan menjadikan Sumatera Barat selalu dirindukan oleh siapa saja yang pernah menginjakkan kakinya di sini. 🚂✨(Rel)