Polisi Dan Warga Lanjutkan Pencarian Korban Tenggelam Di Sungai Melenyu

Polisi Dan Warga Lanjutkan Pencarian Korban Tenggelam Di Sungai Melenyu

Berita Republik – Viral

Muara Wahau, 1 Juni 2026

Upaya pencarian terhadap korban tenggelam di Sungai Melenyu 2, Afdeling LA PT DAN DSN Group, Desa Muara Wahau, Kecamatan Muara Wahau, Kabupaten Kutai Timur, terus dilakukan oleh tim gabungan pada hari kedua pencarian, Senin (1/6/2026).

Korban diketahui bernama Rifki (22), seorang karyawan swasta yang bekerja sebagai pemanen di lingkungan PT DAN DSN Group. Hingga hari kedua pencarian, korban yang dilaporkan hanyut terbawa arus sungai masih belum ditemukan.

Sejak pagi personel Polsek Muara Wahau bersama unsur keamanan perusahaan, penyelam tradisional, dan masyarakat setempat kembali melakukan penyisiran di sekitar lokasi kejadian untuk mencari keberadaan korban.

Kapolres Kutai Timur, AKBP Fauzan Arianto, melalui Kapolsek Muara Wahau, Iptu Sumartono menyampaikan bahwa jajaran kepolisian bersama tim gabungan terus berupaya maksimal melakukan pencarian dengan mengedepankan keselamatan seluruh personel yang terlibat.

“Kami bersama tim gabungan terus melakukan pencarian terhadap korban yang dilaporkan hanyut di Sungai Melenyu. Seluruh personel telah berupaya melakukan penyisiran di area yang diperkirakan menjadi lokasi korban terbawa arus. Kami juga mengimbau seluruh tim agar tetap mengutamakan keselamatan selama proses pencarian berlangsung,” ujarnya.

Berdasarkan keterangan para saksi, peristiwa tersebut bermula pada Minggu (31/5/2026) sekitar pukul 13.00 WITA ketika korban bersama tiga rekannya, yakni Arman, Darman, dan Januar, pergi ke Sungai Melenyu 2 untuk berekreasi.

Setelah menikmati waktu bersama dan makan bekal yang dibawa, sekitar pukul 16.40 WITA mereka berenang menyeberangi sungai menuju daratan di seberang sungai. Arus sungai yang cukup deras membuat mereka kelelahan setelah berhasil mencapai seberang.

Sekitar pukul 17.00 WITA, korban bersama dua rekannya kembali berenang menuju lokasi tenda mereka. Namun saat berada di tengah sungai, korban diduga tidak mampu melawan derasnya arus dan akhirnya hanyut terbawa aliran sungai.

Rekan-rekan korban yang juga mengalami kelelahan tidak dapat memberikan pertolongan sehingga korban hilang dari pandangan dan tidak berhasil diselamatkan.

Dalam operasi pencarian hari kedua, tim gabungan melibatkan lima personel Polri, 15 personel keamanan PT DSN Group, empat penyelam tradisional, serta sekitar 10 warga yang turut membantu proses pencarian di sekitar lokasi kejadian.

Istri korban, Musdalifah, yang datang dari Tenggarong bersama anggota keluarga lainnya, saat ini berada di posko pencarian untuk menunggu perkembangan proses pencarian yang dilakukan tim gabungan.

Kapolres Kutai Timur juga menyampaikan rasa prihatin atas musibah yang dialami korban dan keluarganya serta berharap korban dapat segera ditemukan.

“Kami turut prihatin atas musibah ini. Semoga korban dapat segera ditemukan sehingga pihak keluarga mendapatkan kepastian. Kami juga mengimbau masyarakat agar selalu berhati-hati saat beraktivitas di sungai, terutama pada lokasi yang memiliki arus deras dan kondisi yang berpotensi membahayakan keselamatan,” tambahnya.

Hingga laporan ini disampaikan, pencarian masih terus dilakukan oleh tim gabungan. Apabila hingga pukul 18.00 WITA korban belum ditemukan, maka pencarian akan dihentikan sementara dan dilanjutkan kembali pada Selasa (2/6/2026) dengan memperluas area penyisiran di sepanjang aliran Sungai Melenyu.

Situasi selama pelaksanaan pencarian berlangsung aman, tertib, dan kondusif, dengan seluruh unsur yang terlibat terus berkoordinasi untuk memaksimalkan upaya pencarian korban.

 

Aroel Mandang