TIGA SANG JUARA KATA KLASIK MINANG MENGUKIR SEJARAH DI PANGGUNG DUNIA

TIGA SANG JUARA KATA KLASIK MINANG MENGUKIR SEJARAH DI PANGGUNG DUNIA

Beritarepublikviral.com//PADANG, — Kata-kata klasik Minangkabau yang dulu sempat membisu di sudut kenangan, kini kembali bangkit, membuka suaranya yang merdu, dan melangkah gagah menuju panggung dunia. Festival Literasi Internasional Minangkabau (IMLF) ke-4 baru saja mengumumkan tiga nama pilihan terbaik (1 Juni 2026), yang terpilih menjadi utusan mulia pembawa pesan budaya: Ermawati Putri Kusuma, Mufrih Nabil Zulhilmi, dan Shahid Harpen Hendavi.

Mereka bertiga telah berhasil melewati barisan seleksi yang ketat, kini berdiri tegak sebagai wakil harapan, dan akan bertarung mempertahankan keindahan bahasa di babak puncak yang digelar di halaman istana budaya Taman Jam Gadang Bukittinggi, tepat pada hari Kamis, 4 Juni 2026 pukul 16.00 WIB. Di sana, kata-kata tua yang bijaksana akan kembali berbicara, menari di udara, dan menyapa setiap hati yang hadir dengan makna yang tak pernah pudar oleh zaman.

Soni Drestiana, Wakil Ketua IMLF-4, bercerita dengan penuh haru: “Bahasa kita yang indah ini sempat merasa sepi, karena semakin jarang dipeluk dan diucapkan dalam percakapan sehari-hari, bahkan di dunia maya yang kini jadi rumah kedua kita. Itulah sebabnya kami memanggilnya kembali, mengajak anak-anak muda dan para pencipta karya untuk merajut kembali keindahan itu, agar kata-kata bijak leluhur tidak lenyap tertelan waktu, melainkan tumbuh kembali segar di setiap unggahan, di setiap pesan, dan di setiap percakapan kita.”

Ia menambahkan, para juri akan mendengarkan dengan teliti bagaimana setiap peserta mampu menjadikan kata-kata lama itu sebagai jiwa dari cerita yang mereka bangun, menyatukan makna klasik dengan ide yang kekinian, seolah masa lalu dan masa kini berjalan bergandengan tangan dalam harmoni yang sempurna.

Armaidi Tanjung, Sekretaris IMLF-4, menyampaikan rasa syukur yang mendalam. Ia mengatakan, acara mulia ini mendapat naungan penuh dari LKAAM Sumatera Barat, serta dukungan luar biasa dari Biznet Home yang telah menyiapkan hadiah utama senilai 22 Juta Rupiah untuk seluruh rangkaian perlombaan. Hadiah ini menjadi bukti nyata bahwa teknologi dan budaya bisa saling memeluk dan mengangkat satu sama lain.

Hadiah besar ini disiapkan untuk menghargai para pemenang di berbagai ajang bergengsi: mulai dari Lomba Menuliskan Kata-kata Bijak Tokoh Minang, Musikalisasi Puisi, Penulis Paling Produktif, Penulis Berprestasi, hingga penghargaan tertinggi IMLF tingkat internasional.

“Kami berharap, seiring berjalannya acara ini, kata-kata klasik kita akan kembali berjalan masuk ke layar-layar gawai, menjadi penghias media sosial, dan akhirnya kembali menjadi bahasa yang kita gunakan sehari-hari. Terima kasih sebesar-besarnya kepada Biznet Home yang telah membuktikan bahwa mereka bukan hanya penyedia jaringan, melainkan sahabat sejati yang peduli menjaga nyala api literasi dan kebudayaan agar tetap menyala terang,” ujarnya dengan penuh harapan.

Pertarungan indah ini menjadi bagian istimewa dari perayaan besar bertema “100 Tahun Jam Gadang”, di mana menara ikonik itu sendiri seolah tersenyum bangga, menyaksikan kembali kebangkitan bahasa dan budaya yang pernah mengukir kejayaan di tanah yang penuh berkah ini.(Rel#Satupena)