BERITAREPUBLIKVIRAL — FERADI WPI hadir sebagai suatu gerakan baru dalam dunia bantuan hukum, yang dibangun atas kolaborasi antara paralegal, advokat, wartawan, dan mediator, dengan landasan utama: cinta terhadap Bangsa Indonesia.Minggu, 31 Mei 2026
Nilai dan Prinsip dalam FERADI WPI
Beberapa nilai utama yang secara konsisten diajarkan dalam FERADI WPI, yaitu:
Didikan dalam FERADI WPI:
1. Hidup dan mati bergantung kepada Tuhan.
2. Selalu mengandalkan Tuhan dalam menangani setiap perkara.
3. Rajawali terbang sendiri, sementara emprit terbang bergerombol.
4. Seorang penakut akan menjadi pemberani ketika mengizinkan didikan FERADI WPI membentuk dirinya.
Pesan dan Wejangan dari Ketua Umum FERADI WPI
Ketua Umum FERADI WPI menyampaikan perjalanan hidup yang penuh dinamika sebagai refleksi iman dan keteguhan:
– Pernah berada dalam fase kehidupan yang sangat sulit, tanpa uang di tabungan maupun di dompet.
– Pada tahun 2024, kehilangan hampir seluruh harta benda (ruko, rumah, dan aset lainnya), hingga harus berpindah dari satu kos ke kos lainnya.
– Pernah mengalami depresi berat selama 1,5 tahun hingga tidak mampu bekerja.
– Mengalami gangguan tidur ekstrem selama satu bulan penuh, hingga bergantung pada obat dari dokter jiwa.
– Mengalami pemulihan yang diyakini sebagai mujizat, hingga lepas dari ketergantungan obat secara instan.
– Dipercaya untuk memimpin FERADI WPI dan mengembangkan berbagai entitas, antara lain: Firma Hukum Subur Jaya & Rekan, Kawan Jari, Kawan Jari News, PT Kawan Jari Grup, PMBI, FERADI Mediatore, FERADI Officium Nobile, dan FERADI Tax Consultant.
– Dipertemukan dengan orang-orang pilihan yang turut memperkuat organisasi dalam satu ikatan yang disebut “divine connection”.
– Pernah diragukan dan dipermalukan di forum nasional, namun melalui keyakinan dan pembuktian, FERADI WPI kini telah berhasil menyelenggarakan PKPA, UPA, dan penyumpahan advokat.
Pesan Moral untuk Generasi Penerus
“Nak, ingat baik-baik pesan ini:”
1. Miliki sikap hati yang benar.
Dalam menjalani hidup dan profesi, andalkan Tuhan sepenuhnya. Jangan bergantung pada kekuatan diri, relasi, jabatan, pengalaman, atau kekayaan. Jangan takut pada intimidasi manusia. Percayalah bahwa setiap skenario hidup berada dalam kendali Tuhan, dan setiap keberhasilan adalah pemberian-Nya.
2. Hormati dan jaga orang tua.
Cintai, muliakan, dan luangkan waktu bersama orang tua.
3. Pahami hukum tabur tuai.
Dari setiap rezeki yang diterima, sisihkan untuk membantu sesama. Seperti hukum gravitasi, setiap yang ditabur pasti akan dituai.
4. Setia dalam hubungan.
Pernikahan adalah komitmen dan keputusan, bukan sekadar perasaan.
5. Cintai bangsa Indonesia.
Miliki kepedulian dan lakukan hal-hal baik untuk kemajuan bangsa.
(Disampaikan dari hati Ketua Umum)
Adv. Donny Andretti, S.H., S.Kom., M.Kom., C.Md., C.PFW., C.MDF., C.JKJ., C.FTAX.


