Beritarepublikviral.com//JAKARTA, – Di bawah langit Jakarta yang tampak tersenyum ramah menyambut kedatangan Hari Raya Idul Adha 1447 H / 2026, sepotong hati yang penuh kasih turun ke bumi. Kawasan Momen Kopi Aceh, Kramat, Senen, Jakarta Pusat, seakan mengenakan wajah yang lebih ceria dan hangat pada hari Kamis (28 Mei 2026). Dinding-dinding bangunan di sana tampak berdiri tegak menyambut kedatangan tamu mulia, sementara udara di sekitar seolah bernapas lega dan riuh oleh getaran persaudaraan yang tulus.
Datanglah Ikatan Alumni Resimen Mahasiswa Indonesia (IARMI) Mahasiswa Pagaruyung (Maharuyung) Jabodetabek, yang lahir dari rahim tanah Minang, besar dalam didikan Resimen Mahasiswa (Menwa) Maharuyung Sumatera Barat, namun kini merentangkan sayapnya dan berbakti di tanah Jabodetabek. Mereka datang bukan sekadar membawa bendera organisasi, melainkan membawa hati yang rindu berbagi, membawa tangan yang tak lelah memberi, dan membawa semangat yang menyala-nyala dengan satu tujuan agung: “Tebarkan Kepedulian, Ciptakan Kebersamaan.”
✨ APRESIASI YANG MENJADI API PENYEMANGAT
Suara bijak terdengar lantang namun lembut membelah keramaian, datang dari Wakil Ketua Umum DPN IARMI sekaligus Wakil Rektor (Warek) III IPDN, Dr. Drs. H. Azharisman Rozie, M.Si. Ucapannya seakan menjadi embun penyejuk yang membasahi setiap hati yang hadir:
“Lihatlah betapa indahnya langkah ini. Saat kami di pusat baru sedang menyusun peta jalan dan merangkai rencana, kalian di sini telah bergerak lebih dulu, berlari membawa kebaikan menuju mereka yang membutuhkan. Langkah kalian bukan sekadar kegiatan di atas kertas, melainkan karya nyata yang menumbuhkan harapan, menyembuhkan luka, dan menjadi saksi hidup bahwa organisasi ini lahir untuk melayani, bukan untuk dilayani.”
Kata-kata itu seakan melayang di udara, menepuk bahu setiap pengurus dengan rasa bangga, dan menanamkan keyakinan bahwa kebaikan yang didahului akan menjadi benih berkah yang tumbuh menjulang tinggi.
Suasana semakin menyentuh kalbu saat Komandan Resimen (Danmen) Maharuyung Sumbar, Letkol Laut (Purn) Prof.Dr.H. Fauzi Bahar, M.Si Dt.Sati berdiri menyampaikan isi hatinya. Matanya tampak berkaca-kaca memandang barisan anak-anak yatim yang duduk rapi di depan, seakan setiap wajah polos mereka adalah bintang-bintang kecil yang menerangi ruangan. Beliau berbicara dengan suara yang bergetar haru:
“Mereka inilah permata yang diamanahkan Allah SWT kepada kita. Doa yang keluar dari bibir kecil mereka tak memiliki tabir, terbang lurus menembus langit, menjadi perisai yang melindungi kita dari segala marabahaya. Hadirnya mereka di sini bukan sekadar penerima kasih, melainkan pemberi berkah yang tak ternilai harganya bagi kita semua.”
Beliau pun membuka lembaran cita-cita besar yang sedang tumbuh subur: harapan agar pasukan Resimen Mahasiswa di Sumatera Barat tumbuh dan berkembang hingga mencapai 300 orang yang tangguh. Gagasan ini seakan berjalan tegak dari satu pintu rektorat ke pintu rektorat lainnya, mengetuk kesadaran para pemimpin perguruan tinggi negeri maupun swasta, agar paham betapa besarnya peran organisasi ini sebagai benteng moral dan pertahanan bangsa.
“Kita telah bergandengan tangan dengan pihak kepolisian,” ujarnya seakan sedang menceritakan persahabatan agung. “Resimen Mahasiswa akan ditempa dengan ilmu dan pembekalan khusus, agar menjadi benteng yang kokoh menghadapi gelombang ujian zaman yang semakin dahsyat. Ancaman narkoba dan penyimpangan nilai sosial bagaikan badai yang ingin merobohkan akhlak bangsa, namun Menwa akan berdiri tegak bagai pohon penahan angin, turun ke tengah masyarakat untuk menjaga, mengingatkan, dan mengembalikan ke jalan yang lurus.”
🤝 BERBAGI: SAAT HATI MENJADI SUMBER KEHIDUPAN
Di tengah riuh rendah rasa syukur, Ketua IARMI Maharuyung Jabodetabek, Dasril, S.Pd.I, M.Si (Han) berdiri mewakili segenap keluarga besarnya. Ia bercerita seakan sedang memperkenalkan anggota tubuhnya sendiri:
“Kami adalah ranting yang tumbuh jauh dari induk pohon, namun akar kami tetap menancap kuat di tanah kelahiran. Kami adalah putra-putri Sumatera Barat yang kini hidup dan bekerja di Jabodetabek, namun darah persaudaraan Maharuyung tetap mengalir deras di urat nadi kami. Di hari yang penuh pengorbanan ini, kami ingin mengubah makna ibadah menjadi tindakan yang bisa diraba, dilihat, dan dirasakan hangatnya oleh sesama.”
Berbagai kegiatan pun hadir seakan memiliki nyawa dan tugas masing-masing:
🩸 Donor darah hadir bagaikan sungai kehidupan yang mengalir dari satu tubuh ke tubuh lain, memberi napas baru bagi mereka yang sedang lemah.
⚕️ Pemeriksaan kesehatan gratis datang sebagai utusan kasih, mengetuk pintu tubuh dan jiwa untuk memastikan setiap orang tetap kuat dan bugar menjalani hidup.
👧👦 Santunan untuk anak yatim diserahkan bagaikan menanam benih harapan di hati kecil mereka, memeluk kesepian dengan kasih sayang yang tulus.
📦 Pembagian sembako dan daging qurban berjalan dari tangan ke tangan, masuk ke rumah-rumah sederhana membawa pesan: “Kamu tidak sendiri, kita satu keluarga besar yang saling menguatkan.”
Dasril pun mengangkat kedua tangannya tinggi-tinggi, menyebut nama-nama mitra dan pemberi dukungan seakan menyebut nama pahlawan yang telah memberi warna pada hari itu:
“Terima kasih kami ucapkan setinggi-tingginya kepada Kemendes RI, IPDN, PT. Mitra Sehati Afiat, PMI, PD. Pasar Jaya, Toko Rantau Textile, DPN IARMI, serta seluruh pengurus kami. Kalian bukan sekadar memberi bantuan, kalian adalah tangan kanan yang memperpanjang jangkauan kasih sayang ini. Berkat kalian, acara ini bukan sekadar impian, melainkan kenyataan yang menghangatkan hati ribuan orang.”
Harapan yang diucapkannya pun seakan terbang menjadi burung merpati putih: “Semoga langkah ini membuat tali persaudaraan kita semakin kuat, tak terputus oleh jarak maupun waktu. Semoga kehadiran kita selalu membawa manfaat, menjadi minyak yang menyalakan pelita, dan menjadi air yang menyuburkan tanah kehidupan masyarakat sekitar.”
🎗️ KEHADIRAN YANG MEMULIAKAN SUASANA

Suasana semakin gagah dan berwibawa dengan kehadiran para tokoh yang namanya telah terukir emas dalam sejarah pengabdian: Ketua Harian DPN IARMI Muhammad Arwani Deni, Ketua Bidang Organisasi Raden Umar, M.Pd, serta para purnawirawan dan alumni terkemuka seperti Brigjen Pol (Purn) Desy Andriani, Kol. Sus. Revila Oulina, Kol CBA (K) Lili Febrianty, Letkol Chb (Purn) Arius, Ketua DPK IARMI Jakarta Utara Jafarli, ST, Direktur Pam Kopaska Kolonel Kemas M Yusri, Danmen Jayakarta Letkol Chk Andi Putu Hamka, SH, MH, dan banyak lagi lainnya. Kehadiran mereka seakan menjadi tiang-tiang kokoh yang menopang makna kebersamaan ini.
Hingga acara berakhir, suasana tetap tertib, damai, dan penuh sukacita. Wajah-wajah peserta yang mendonorkan darah tampak bersinar bangga. Mata anak-anak yatim tampak berbinar ceria memegang bingkisan yang mereka terima. Warga masyarakat pun tampak menunduk syukur, seakan berkata dalam hati: “Terima kasih Tuhan, Engkau kirimkan mereka sebagai perpanjangan tangan kasih-Mu untuk kami.”
Demikianlah keindahan yang tercipta: sebuah peristiwa di mana organisasi tidak hanya hidup di atas kertas, melainkan berjalan, memberi, dan menyentuh hati—membuktikan bahwa makna Idul Adha yang sesungguhnya adalah saat kita rela mengorbankan sebagian apa yang kita miliki demi kebahagiaan saudara-saudara kita.(Tb Mhd Arief Hendrawan)


