BERITAREPUBLIKVIRAL.COM — BITUNG — Kota Bitung kembali diguncang aksi brutal panah wayer yang semakin meresahkan masyarakat. Kali ini, korban merupakan seorang jurnalis bernama Samiun Manope yang menjadi sasaran penyerangan misterius pada Jumat dini hari, 29 Mei 2026, sekitar pukul 01.21 WITA.
Peristiwa itu terjadi di rumah milik warga bernama Said Salim yang berada di Kelurahan Girian Weru Dua, Kecamatan Girian, Kota Bitung. Saat kejadian, korban diketahui sedang duduk bersama sejumlah rekannya di lokasi tersebut.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, pelaku diduga datang secara diam-diam dari arah belakang rumah sebelum tiba-tiba melepaskan panah wayer ke arah korban dari jarak sangat dekat, sekitar dua meter. Serangan mendadak itu langsung mengenai tubuh korban dan memicu kepanikan di lokasi kejadian.
Warga yang berada di sekitar tempat kejadian sempat panik dan berusaha memberikan pertolongan. Korban kemudian segera dievakuasi oleh rekan-rekannya menuju Rumah Sakit Manembo-nembo untuk mendapatkan penanganan medis intensif. Hingga kini kondisi korban masih dalam pemantauan tim medis akibat luka yang dideritanya.
Sementara itu, pelaku diketahui langsung melarikan diri usai melakukan aksinya. Aparat kepolisian saat ini masih melakukan penyelidikan dan pengejaran terhadap terduga pelaku guna mengungkap identitas maupun motif di balik penyerangan tersebut.
Korban diketahui merupakan warga Kelurahan Wangurer Barat. Menurut keterangan warga sekitar, korban kerap datang ke lokasi itu untuk berkumpul bersama rekannya yang bekerja sebagai pembuat batu bata pres atau batako.
Insiden ini kembali memperlihatkan bahwa aksi panah wayer di Kota Bitung belum benar-benar mampu ditekan. Warga mengaku resah karena kekerasan serupa disebut bukan kali pertama terjadi di wilayah tersebut. Bahkan masyarakat menilai aksi kriminal itu sudah sangat mengancam keselamatan warga, terutama pada malam hingga dini hari.
“Sudah terlalu sering terjadi panah wayer di daerah ini. Polisi harus bertindak tegas dan menangkap pelakunya sampai tuntas agar masyarakat tidak terus hidup dalam ketakutan,” ujar salah seorang warga di sekitar lokasi kejadian.
Masyarakat juga mendesak aparat penegak hukum agar tidak menganggap kasus panah wayer sebagai persoalan biasa. Warga berharap ada langkah serius dan tindakan nyata untuk memberantas pelaku-pelaku kekerasan jalanan yang dinilai semakin berani dan nekat menyerang warga secara acak.
Selain penindakan hukum, warga meminta adanya peningkatan patroli rutin dari aparat TNI maupun Polri di sejumlah titik rawan di Kota Bitung, khususnya pada malam hingga dini hari. Mereka menilai kehadiran aparat keamanan sangat penting guna mencegah aksi kriminal serupa kembali terjadi dan menimbulkan korban berikutnya.
Kasus yang menimpa jurnalis ini pun menjadi perhatian masyarakat karena dinilai sebagai ancaman nyata terhadap keselamatan warga sipil. Publik kini menunggu langkah cepat dan ketegasan aparat kepolisian dalam mengungkap pelaku serta memastikan keamanan masyarakat Kota Bitung tetap terjaga.


