BRV-PALEMBANG. Heboh! Isu pungutan liar kembali bikin geram warga Palembang setelah SMP Negeri 1 Palembang diduga memungut *Rp2.000.000 per siswa* untuk keberangkatan tim drumband ke Lampung.
Kegiatan itu diikuti 61 siswa, artinya total dana yang terkumpul mencapai Rp122 juta. Angka yang bikin warganet geleng-geleng kepala karena dinilai terlalu besar untuk kegiatan ekstrakurikuler.
*“Katanya Sekolah Gratis, Kok Masih Ada Pungutan?”*
Laporan warga yang masuk ke media menyebut pungutan ini memberatkan orang tua. Padahal, kebijakan pendidikan dasar gratis dan efisiensi anggaran lagi gencar digemborkan pemerintah.
Saat dikonfirmasi Senin, 25 Mei 2026, Kepala Sekolah SMPN 1 Palembang, Toupik, malah lempar tanggung jawab:
> “Saya tidak tahu, kegiatan itu dilaksanakan oleh orang DPRD Kota Palembang,” ujarnya singkat di ruang kerjanya.
Pernyataan itu langsung jadi bahan bakar kemarahan publik. Pertanyaannya: _Sekolah lepas tangan, atau ada pihak luar yang nebeng nama sekolah buat cari cuan?_
*Netizen Banjiri Media Sosial*
Begitu kabar ini mencuat, media sosial langsung ramai. Warganet mempertanyakan transparansi penggunaan dana dan mendesak Dinas Pendidikan Kota Palembang turun tangan
*Dinas Pendidikan Bungkam, Warga Minta Tindakan Tegas*
Sampai berita ini diturunkan, Dinas Pendidikan Kota Palembang belum memberikan penjelasan resmi apakah kegiatan dan penarikan dana tersebut dibenarkan atau melanggar aturan.
Masyarakat kini menuntut audit terbuka dan sanksi tegas jika terbukti melanggar. Mereka khawatir kasus ini jadi preseden buruk bagi sekolah negeri lain yang juga butuh dana kegiatan siswa


