
Kota Bogor,beritarepublik-viral.com –Kecamatan Botim/Camat Bogor Timur menyelenggarakan GEBYAR PKBM, Dalam Rangka Mengatasi Putus Sekolah/Droup out, agar warga Kec.Bogor Timur tidak putus sekolah.
Acara tersebut dihadiri Oleh Wakil Walikota, Ibu Wakikota ( Ketua Tp. Ponyandu Kota Bogor,). Ketua Komisi IV DPRD Kota, Asisten Umum, Kadis Pendidikan. MUI Kec. Kapolsek, Danramil, Kepala Puskemas, Para Lurah, Para Ketua TP. Posyandu Kec, Kel para Ketua PKBM dan Para Undangan ainnya,Jadi Giat ini giat Kec. Bogor Timur, dalam Rangka HJB KE 544 pada Rabu 20/5/2026.
P
Acara tersebut berlangsung mulai dari jam 08.00 sampai dengan selesai. Yang berlokasi tepatnya di Basement Kantor kecamatan Bogor timur. Sedangkan pendaftaran mulai dari tanggal 20 mei sampai dengan tanggal 22 mei.
Dalam acara ini, dihadiri oleh Camat Bogor timur beserta staf kecamatan Bogor timur, Wakil walikota Bogor Jenal Mutaqin, serta para pengurus PKBM di wilayah Bogor Timur dan yang lainnya. Dalam rangka perayaan menjelang Hari Jadi Kota Bogor ke-544 Pelaksanaan kegiatan di Kecamatan Bogor Timur mengundang
Sejumlah PKBM yang ada di wilayah Kecamatan Bogor Timur. Ada tujuh PKBM yang terlibat dalam kegiatan tersebut diantaranya PKBM Baranangsiang, PKBM Katulampa, PKBM Sukasari dan yang lainnya untuk membuka pendaftaran serentak.
Warga dari beberapa wilayah di Bogor dipersilakan mendaftar. Untuk kuota penerimaan peserta didik disediakan untuk 544 warga yang ingin mendaftar. Jumlah tersebut disesuaikan dengan momentum Hari Jadi Kota Bogor yang tahun ini memasuki usia ke-544.
Program pendidikan kesetaraan merupakan salah satu jalur pendidikan nonformal yang diselenggarakan sebagai alternatif bagi masyarakat untuk memperoleh layanan pendidikan setara sekolah formal. Program tersebut ditujukan bagi warga yang tidak dapat menyelesaikan pendidikan formal pada jenjang sekolah umum.
Lulusan program kesetaraan nantinya memperoleh ijazah yang setara dengan pendidikan formal sesuai jenjangnya. warga yang putus sekolah yang ingin mengikuti program tersebut diwajibkan memenuhi sejumlah persyaratan administrasi sesuai jenjang pendidikan yang dipilih. Pendaftaran tersebut tanpa membeda-bedakan jenjang pendidikan yang dipilih.
Camat Bogor timur Drs. Uay Sutiawan mengajak kepada para warga agar segera berbondong-bondong ke Basement Kantor kecamatan Bogor timur untuk mengikuti program kesetaraan pendidikan PKBM dan daftar untuk tingkat pendidikan lanjutan baik di Semua paket A,B dan C, untuk sama-sama semua menikmati haknya untuk menikmati dan melanjutkan jenjang pendidikannya.
Ia mengimbau,” Mari kita meriahkan dan dukung program positif ini agar masyarakat Bogor dapat bersekolah,”imbaunya.
Camat berharap dari adanya pendaftaran penerimaan peserta didik pada acara gebyar PKBM di tingkat kecamatan ini dapat mengurangi jumlah warga yang putus sekolah untuk dapat melanjutkan jenjang pendidikannya. dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat dalam meningkatkan kualitas pendidikan khususnya di wilayah Bogor,”harapnya.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Bogor Jenal Mutaqin mengatakan, gebyar PKBM ini untuk membantu warga yang putus sekolah untuk bisa kembali melanjutkan sekolahnya.
Gebyar ini juga dalam rangka rangkaian perayaan jelanh Hari Jadi Kota Bogor(HJB) ke-544.
“Mereka bersedia berkolaborasi dengan Pemkot untuk memeriahkan dalam rangka Hari Jadi Bogor. 544 murid hari ini diterima, ditampung, untuk daftar ke PKBM,” kata Jenal usai membuka gebyar.
Selama pendaftar masih usia produktif atau masih dalam usia sekolah di bawah 24 tahun, PKBM itu dipastikan gratis. Mereka bisa mendapatkan ijazah sesuai paket yang didaftarkan.
Jenal berharap, PKBM yang ada di semua Kota Bogor dapat membuka pendaftaran agar murid yang putus sekolah di Kota Bogor bisa tertolong.
Mereka bisa mendapatkan ijazah sesuai pendaftaran dan ijazah itu bisa digunakan sebagai berkas pendaftaran bekerja.
“Ke depan berharap PKBM-PKBM tidak hanya di Bogor Timur, tapi se-Kota Bogor, dalam rangka Hari Jadi Bogor ini semua ikut terlibat berpartisipasi,” tandasnya di lokasi, sampai pukul 10.30 WIB, gebyar PKBM ramai didatangi pendaftar yang putus sekolah.
Ada yang datang bersama orangtuanya dan ada juga yang datang seorang diri.
Rata-rata yang mendaftar ingin mendapatkan ijazah SD atau Paket A, SMP paket B serta SMA atau Paket C.( Jurnalis : Bambang Saputro,ST.,Gr)


