Laporan wartawan BR-V.com: Irsof
JAKARTA TIMUR – Cahaya pagi Minggu (17/5/2026) menyinari Gedung Graha Wisata Taman Mini Indonesia Indah (TMII) dengan nuansa yang berbeda. Bukan sekadar heningnya taman rekreasi ibukota, melainkan dentuman semangat yang menyelimuti ratusan peserta Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK) Angkatan ke-2 Tahun 2026. Setelah melalui dua hari penuh dinamika pada 16–17 Mei 2026, kegiatan ini berhasil membuktikan bahwa kepemimpinan bukan hanya soal perintah, tetapi juga tentang keteladanan, spiritualitas, dan kebersamaan.
Spiritualitas dan Disiplin: Pondasi Pemimpin
Suasana di Aula Graha Wisata TMII lantai dua terasa khidmat sejak fajar menyingsing. Ratusan peserta berkumpul melaksanakan sholat Subuh berjamaah dan mendengarkan khutbah Subuh yang disampaikan oleh Ustadz Kurnain. Momen ini menjadi pondasi spiritual yang kuat, mengingatkan para calon pemimpin bahwa kepemimpinan sejati bermula dari ketundukan kepada Sang Pencipta.
Namun, kelembutan spiritual itu segera diimbangi dengan ketegasan disiplin. Mekanisme absensi pagi yang ketat menjadi ujian pertama di hari terakhir. Bagi mereka yang terlambat, sanksi push up langsung diterapkan. Langkah tegas ini bukan sekadar hukuman fisik, melainkan untuk menanamkan rasa tanggung jawab dan konsekuensi atas setiap tindakan sejak dini.
Harmoni Gerakan dan Keakraban di Atas Angling
Puncak keceriaan pecah saat seluruh peserta mengikuti Senam Tera Indonesia (STI) di lapangan Graha Wisata. Di bawah terik matahari pagi yang mulai naik. Tawa dan sorak-sorai peserta mencairkan sisa-sisa kelelahan, membangun kekompakan yang solid.
Suasana semakin akrab ketika peserta diajak berkeliling area TMII menggunakan angling. Peserta saling berbagi cerita, tertawa, dan mengabadikan momen lewat kamera ponsel. Momen ini mengubah rekan sesama peserta menjadi sahabat sejati, menciptakan kenangan tak terlupakan di tengah ikon-ikon budaya Indonesia.
Bedah Nilai Pancasila Lewat Tokoh Pahlawan
Dari sisi intelektual, bobot materi kepemimpinan dihadirkan melalui sesi Team Building yang intensif bersama Dr. (C.) Ir. Hamry Gusman Zakaria, M.M., dari Motivasi Indonesia (MI). Dengan gaya komunikasi yang energik, Dr. Hamry membedah konsep pahlawan yang mengimplementasikan lima nilai Pancasila melalui teladan tokoh nasional:
1. Sila ke-1: KH. Hasyim Asy’ari dan KH. Abdul Wachid Hasyim, yang memadukan nasionalisme dengan religiusitas serta memelopori Resolusi Jihad.
2. Sila ke-2: R.A. Kartini, sang pejuang kesetaraan hak dan martabat perempuan.
3. Sila ke-3: Pattimura dan Sultan Agung Hanyokrokusumo, yang menyatukan rakyat lintas suku demi mengusir penjajah.
4. Sila ke-4: H.O.S. Tjokroaminoto, pendiri Sarekat Islam sebagai wadah musyawarah rakyat modern.
5. Sila ke-5: Ki Hajar Dewantara, yang memperjuangkan pendidikan adil tanpa memandang kasta.
“Kepemimpinan bukan tentang siapa yang paling keras suaranya, tetapi siapa yang paling mampu menyatukan perbedaan menjadi kekuatan,” tegas Dr. Hamry.
Sesi ini tidak hanya teori. Sebanyak 210 peserta yang terbagi dalam 10 kelompok (masing-masing 21 orang) diajuk dalam simulasi kasus dan permainan psikologis. Salah satu momen paling menegangkan sekaligus lucu adalah game musik dengan kehadiran “setan-setan” yang berdandan menyeramkan. Setiap musik berhenti, figur-figur tersebut mengganggu konsentrasi peserta. Siapa pun yang tertawa atau panik harus keluar dari kelompok. Game ini melatih ketenangan jiwa dan fokus di tengah tekanan—kualitas vital bagi seorang pemimpin.
Penghargaan dan Pesan Hj. Fahira Idris
Momen puncak tiba saat Upacara Penutupan digelar. Atmosfer berubah menjadi khidmat bercampur bangga. Panitia mengumumkan daftar penghargaan, peserta terbaik dari setiap Komandan Kelurahan (Komhan) di lima Komandan Wilayah (Komwil), serta satu sosok istimewa yang dinobatkan sebagai Ketua LDK Favorit Angkatan ke-2, yaitu Dedi dari Komhan Jakarta Pusat. Sorak tepuk tangan menggema sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi mereka.
Setiap peserta pulang membawa bekal berupa sertifikat, uang saku, serta paket konsumsi lengkap, menunjukkan perhatian panitia terhadap kesejahteraan peserta.
Keakraban semakin terasa saat sesi foto bersama berlangsung. Perwakilan Perkomwil berjejajar rapi bersama Hj. Fahira Idris, Ketua Umum Ormas Bang Japar sekaligus Anggota DPD RI Provinsi DKI Jakarta. Senyum lebar dan jabat tangan hangat menegaskan bahwa LDK ini adalah wadah perekat silaturahmi.
Dalam penutupan LDK Ke-2 tahun 2026, Hj. Fahira Idris menyampaikan kesan mendalamnya. “Kegiatan LDK ini sangat bermanfaat karena menambah wawasan tentang organisasi, kepemimpinan, hukum, dan pengabdian kepada masyarakat. Saya berharap kegiatan berikutnya semakin baik, materi semakin lengkap, dan seluruh peserta dapat terus menjaga kekompakan serta semangat untuk membesarkan Ormas Bang Japar,” ujarnya.
Beliau juga mengungkapkan rasa syukur atas kelancaran acara selama dua hari terakhir. “Kami berharap para lulusan LDK Angkatan ke-2 tahun 2026 ini dapat menjadi pribadi yang disiplin, bertanggung jawab, dan memiliki jiwa kepemimpinan kuat. Semoga ilmu yang didapat dapat diamalkan untuk kemajuan masyarakat dan organisasi,” tambah Fahira dengan nada penuh harap.
Di penghujung acara, seluruh peserta berdiri tegak menyanyikan lagu “Indonesia Pusaka”. Dengan ditutupnya tirai LDK Angkatan Ke-2 Tahun 2026, sebuah babak baru terbuka. Para peserta kini kembali ke lingkungan masing-masing, bukan lagi sebagai individu biasa, melainkan sebagai agen perubahan. Mereka membawa pulang semangat kebersamaan yang telah terjalin di TMII, siap untuk berkontribusi lebih besar, memimpin dengan hati, dan mewujudkan dampak nyata bagi masyarakat.


