Beritarepublikviral.com Jakarta – Keberhasilan Bareskrim Polri dalam membongkar jaringan judi online (judol) internasional di kawasan Hayam Wuruk, Jakarta Barat pada Kamis, 7 Mei 2026, mendapat apresiasi dari berbagai kalangan. Dukungan kali ini datang dari Pimpinan Pusat Himpunan Mahasiswa Al Washliyah (PP HIMMAH).
Dalam keterangan pers rilisnya, (10/5/26) PP HIMMAH sangat mendukung kinerja Polri dalam memberantas judol di Indonesia. Pasalnya, keberhasilan ini merupakan bukti nyata dan komitmen kepemimpinan Jenderal Listyo Sigit Prabowo melaksanakan 3 arahan krusial Presiden Prabwowo Subianto, salah satu tugas khusus yang diberikan Presiden Prabowo Subianto kepada Kapolri yaitu pemberantasan judol sebagai bagian dari upaya mewujudkan masyarakat yang aman, tertib, dan sejahtera sesuai visi pembangunan nasional.
Ketua Umum PP HIMMAH, Abdul Razak Nasution menyatakan bahwa pengungkapan jaringan ini bukan sekadar penindakan hukum biasa, melainkan langkah strategis yang sangat tepat dan menyentuh akar masalah. Menurutnya, judi online telah menjadi penyakit sosial yang merugikan banyak pihak, mulai dari masyarakat umum, pelajar, hingga mahasiswa. Kerugiannya tidak hanya bersifat materi, tetapi juga merusak moral, mengganggu pendidikan, hingga memicu konflik dalam keluarga.
“Kami melihat jaringan yang dibongkar ini beroperasi secara terstruktur, melibatkan pihak luar negeri, dan menargetkan warga Indonesia sebagai pasar utamanya. Hal ini sangat berbahaya karena aliran dana yang besar keluar dari negeri ini, serta merusak tatanan kehidupan masyarakat. Tindakan tegas Kapolri dan jajaran Bareskrim patut diacungi jempol,” ujar Abdul Razak Nasution di Jakarta.
Berdasarkan informasi yang diperoleh, dalam operasi tersebut, Polri mengamankan sebanyak 321 warga negara asing (WNA) yang diduga terlibat dalam aktivitas perjudian daring lintas negara. Pengungkapan ini menjadi salah satu kasus terbesar yang ditangani aparat sepanjang tahun 2026.
Lebih lanjut, para pelaku berasal dari berbagai negara, yakni 57 warga Tiongkok, 228 warga Vietnam, 11 warga Laos, 13 warga Myanmar, 3 warga Malaysia, 5 warga Thailand, dan 3 warga Kamboja. Para tersangka disebut menjalankan operasi secara terstruktur dengan memanfaatkan sistem elektronik dan jaringan digital sebagai sumber penghasilan utama mereka.
Dalam penggerebekan tersebut, polisi turut menyita sejumlah barang bukti berupa brankas, paspor, handphone, laptop, komputer, hingga uang tunai berbagai mata uang asing. Selain itu, penyidik menemukan sekitar 75 domain dan situs web yang diduga digunakan untuk sarana judi online dengan berbagai pola nama guna menghindari pemblokiran. Saat ini seluruh pelaku tengah menjalani proses hukum sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.
PP HIMMAH menilai, keberhasilan ini membuktikan keseriusan pemerintah dan kepolisian dalam menindak tegas kejahatan siber. Organisasi mahasiswa ini juga mengapresiasi pendekatan yang tidak hanya menangkap pelaku, tetapi juga menelusuri dan menyita aset hasil kejahatan, serta memutus mata rantai aliran dana ilegal. Langkah ini dinilai efektif untuk melumpuhkan operasional jaringan serupa.
Lebih jauh, Abdul Razak Nasution mengingatkan bahwa mahasiswa dan generasi muda adalah kelompok yang paling rentan terpengaruh judi online. Oleh karena itu, PP HIMMAH berkomitmen untuk turut berperan aktif dalam upaya pencegahan melalui sosialisasi, kampanye anti-judol, dan pendidikan karakter di lingkungan kampus maupun masyarakat luas.
“Kami siap bersinergi dengan kepolisian dan pemerintah untuk menyebarkan pemahaman bahwa judi online itu haram, merugikan, dan melanggar hukum. Kami juga mengimbau seluruh mahasiswa dan pemuda untuk menjauhi praktik ini, serta berani melaporkan jika menemukan indikasi perjudian di lingkungan masing-masing,” tambahnya.
PP HIMMAH juga berharap langkah ini menjadi awal dari penindakan berkelanjutan, hingga tidak ada lagi celah bagi jaringan judi online untuk beroperasi di Indonesia. Organisasi ini mendorong agar peraturan hukum diperkuat dan penindakan diperluas hingga ke tingkat daerah, agar perlindungan terhadap masyarakat semakin maksimal. (Tim)


