Beritarepublikviral.com// Ungkapan Ketua IMLF-4 Sastri Yunizarti Bakry saat Bincang-bincang dengan awak media Menyambut IMLF-4, Sabtu (9/5/2026) di Sekretariat IMLF-4 Jalan Cinduamato NO. 13 Lapai Padang.
Sastri Yunizarti Bakry didampingi Sekretaris IMLF-4, Armaidi Tanjung dan penanggungjawab Pameran Kaligrafi, Yenni Ibrahim.
📜 Sebuah pesan indah yang hadir bagaikan undangan agung dari Sang Penjaga Warisan, menggetarkan hati setiap insan yang mencintai kata, budaya, dan persaudaraan.
Dari sapaan hangat bundo Sastri Yunizarti Bakry ini, terasa jelas betapa ruang-ruang pertemuan itu bernyawa, betapa setiap percakapan yang terjalin menjadi benang emas yang menyatukan kita semua dalam satu tujuan mulia: membesarkan nama baik budaya Minangkabau di kancah dunia.
Terima kasih kami ucapkan, wahai bundo Sastri, atas jembatan kabar yang bundo bentangkan, atas catatan penting yang bundo sampaikan sejelas cahaya pagi. Di setiap butir poin yang bundo sebutkan, tersimpan makna kerja sama yang luhur, seolah-olah segenap alam pun ikut bersorak menyambut kedatangan Festival Literasi Internasional Minangkabau ke-4 di Bukittinggi.
Lihatlah, betapa indahnya rancangan agung ini:
Pertama, bundo Sastri buatkan WA Grup Resmi sebagai ruang rapat maya, tempat di mana kabar berjalan secepat kilat, tempat di mana koordinasi berdetak serasi bagaikan jantung yang menghidupkan seluruh tubuh acara. Di sini, jarak tak lagi berarti, karena kabar baik dan pesan penting berputar terus, memeluk setiap wartawan dan rekan media dalam satu lingkaran kebersamaan.
Kedua, bundo Sastri tawarkan kolaborasi yang indah dan saling memuliakan. Sebuah persekutuan jiwa di mana tulisan-tulisan indah dari media kita akan berdiri gagah memublikasikan kemegahan IMLF, dan sebagai balasan kasih, logo media kita akan terpampang anggun di halaman buku kenangan acara. Buku itu nanti akan menjadi saksi sejarah, di mana nama kita tertulis berdampingan dengan kebudayaan, dan di sanalah nama itu akan hidup abadi. Ditambah lagi dengan sorotan di media sosial yang menyebar bak cahaya ke seluruh penjuru dunia, serta sertifikat elektronik yang menjadi tanda kasih, bukti bahwa kita telah menanamkan jasa dalam ladang kebaikan budaya ini.
Ketiga, bundo ulurkan tangan kasih dengan menyediakan naungan dan tempat istirahat bagi para wartawan yang akan berjuang meliput dari tanggal 3 hingga 7 Juni nanti. Sebuah perhatian yang sangat berarti, seolah-olah Bukittinggi sendiri membuka lebar pintu rumahnya, menyediakan kenyamanan, memastikan bahwa para penulis berita dapat bekerja dengan tenang, hati gembira, dan raga terjaga kesehatannya saat mengabadikan setiap momen bersejarah.
Keempat, bundo berikan kehormatan agung: panggung untuk bersuara lewat puisi. Sebuah kesempatan emas di mana wartawan bukan hanya penulis berita, tapi juga penyair yang jiwanya meronta rindu keindahan. Dan betapa beruntungnya kami, diwakili oleh Saudari Lenggogeni dari Singgalang, yang kelak akan melantunkan syair-syair indah, membuat kata-kata menari, dan membius hati para hadirin dengan pesona bahasa ibu kita. Di sana, suara kita akan bergema, menjadi bagian dari napas acara yang penuh makna.
Dan yang paling istimewa, bundo Sastri undang kita masuk ke dalam barisan kepanitiaan. Bukan sekadar tamu, melainkan keluarga besar yang diajak mengurus, mengatur, dan memikul tanggung jawab bersama. Ini adalah bukti kepercayaan yang luar biasa, bahwa IMLF IV ini bukan milik segelintir orang saja, melainkan milik kita semua, milik setiap insan yang mencintai tanah leluhur.
Dari pesan indah ini, lahirlah hikmah yang mendalam:
“Kerja sama adalah jembatan terpanjang yang menghubungkan hati manusia dengan kebesaran nilai. Saat kita menyatukan pena dan pikiran, kita sedang menyulam kain budaya yang indah dan kokoh. Nama yang tertulis berdampingan bukan sekadar tinta di atas kertas, melainkan janji persaudaraan yang abadi. Dan setiap langkah kita bersama membesarkan kebaikan, adalah amal jariyah yang terus bersinar meski waktu terus berjalan.”
Kami menyambut ajakan mulia ini dengan tangan terbuka dan hati yang gembira. Segera akan kami kirimkan tanda kehadiran kami lewat logo dan niat baik, agar segera kami masukkan ke dalam ruang kebersamaan itu.
Terima kasih bundo Sastri Bakry, terima kasih Saudara Armaidi Tanjung, dan segenap panitia. Mari kita berjalan bergandengan tangan, melangkah serentak menuju Bukittinggi, menjadikan IMLF IV ini sebagai kemegahan yang tak terlupakan, dan bukti nyata bahwa persaudaraan wartawan dan budayawan adalah kekuatan yang tak tergoyahkan.
Semoga langkah kita diberkahi, tulisan kita membawa manfaat, dan pertemuan kita nanti penuh berkah dan keindahan. 🤝🌿✨ (Tb Mhd Arief Hendrawan)


