Beritarepublikviral.com// Padang, β Ketika sejarah seringkali hanya mencatat kemegahan di panggung utama, ada tangan-tangan setia yang memilih berdiri di pinggir, namun justru berhasil menangkap denyut nadi kehidupan yang paling nyata. Demikianlah yang terjadi dalam malam bedah buku karya Armaidi Tanjung, sebuah perhelatan hangat yang menjadi penutup manis rangkaian kegiatan Pra International Minangkabau Literacy Festival ke-4 (IMLF-4), yang digelar Sabtu (2/5/2025) malam lewat ruang maya.
Buku berjudul “Orang Minang Meliput Muktamar NU” hadir bukan sekadar tumpukan kertas berisi tinta, melainkan sebuah jiwa yang bercerita.
Selama ini, catatan tentang Muktamar NU seringkali terbungkus rapi dalam kemasan resmi dan seremonial. Namun, karya ini berani memecah kebisuan, mengangkat hal-hal yang dianggap kecil dan sepele, lalu memolesnya menjadi permata berharga yang bernilai tinggi bagi perjalanan organisasi ke depan. Ia menawarkan sudut pandang yang berbeda: melihat dari dekat namun tetap objektif, berada di dalam namun mampu mengamati layaknya orang luar.
H. Abdul Munβim DZ, mantan Direktur NU Online, menuturkan bahwa tulisan Armaidi bagaikan jendela yang terbuka lebar. Ia merekam bukan hanya agenda, tapi juga aroma, suasana, dan dinamika yang terjadi di luar ruang rapat. Hal yang sama disampaikan oleh Yurnaldi, Wartawan Utama Satupena Sumbar, yang menegaskan bahwa buku ini hadir dengan kesederhanaan yang memukau. Tanpa analisis yang berbelit-belit, ia hadir sebagai catatan hati seorang wartawan daerah yang setia mendampingi tiga kali Muktamar besar: Makassar 2010, Jombang 2015, dan Lampung 2021. Kesederhanaan itulah yang justru membuatnya bernyawa dan menjadi rujukan berharga bagi peneliti masa depan.
Sastri Bakry, Ketua Satupena Sumbar sekaligus Ketua Panitia IMLF-4, menyambut karya ini dengan penuh antusias. Baginya, bedah buku ini adalah bukti bahwa literasi terus berdenyut dan tumbuh subur di tanah perantauan. Kegiatan ini menjadi pemanis sebelum puncak festival yang akan digelar megah di Bukittinggi pada 3β7 Juni 2026 mendatang.
Di penghujung acara, sang penulis, Armaidi Tanjung, berbagi cerita bahwa buku setebal 188 halaman dengan ISBN 978-634-7390-07-3 ini adalah buah dari pengabdian dan pengalaman pribadinya. “Sepengetahuan saya, belum ada buku Muktamar NU yang ditulis oleh orang Minang. Maka saya beranikan diri untuk mengabadikannya,” tuturnya dengan tulus.
Buku yang dibuka dengan pengantar indah oleh Dr. Achmad Mukafi Niβam ini kini siap menjadi teman setia yang membawa pembaca menyusuri jejak sejarah NU dari kacamata yang hangat dan manusiawi.
π© Pemesanan dapat menghubungi: WA 085263749170


