Beritarepublikviral.com // Banyuasin, 02 Mei 2026 — Kondisi jalan di Sungai Waruh, Kecamatan Rambutan, Kabupaten Banyuasin, dikeluhkan warga akibat banyaknya tumpahan tanah dari aktivitas proyek penimbunan di wilayah tersebut.
Material tanah yang tercecer di badan jalan, ditambah kondisi hujan, menyebabkan jalan menjadi licin dan berbahaya, terutama bagi pengguna kendaraan roda dua.
Peristiwa ini diketahui terjadi pada Sabtu malam, 02 Mei 2026, saat kondisi jalan dalam keadaan basah dan minim penanganan dari pihak terkait.
Berdasarkan video yang didapat tim investigasi BR-V di lapangan, terlihat seorang pengendara sepeda motor terjatuh akibat kondisi jalan yang licin dan berlubang. Bahkan, menurut keterangan warga, dalam beberapa jam saja lebih dari 10 pengendara motor dilaporkan terjatuh, yang mengakibatkan luka-luka serta kerusakan kendaraan.
Salah satu warga yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan kekhawatirannya terhadap kondisi tersebut.
“Kami minta pemerintah untuk menunda dulu aktivitas proyek ini sampai ada komitmen memperbaiki dan membersihkan jalan. Jangan sampai terus memakan korban,” ujarnya.
Warga juga meminta agar pihak terkait, termasuk aparat kepolisian setempat, dapat mengambil langkah tegas terhadap aktivitas proyek yang dinilai membahayakan keselamatan pengguna jalan.
“Kami berharap ada teguran atau sanksi dari pihak kepolisian, khususnya kepada pihak proyek, agar bertanggung jawab terhadap dampak yang ditimbulkan,” tambahnya.
Sorotan tajam kini mengarah kepada Pemerintah Desa Sungai Waruh serta dinas perizinan terkait, yang dinilai harus segera mengambil langkah konkret dan tidak melakukan pembiaran terhadap kondisi yang membahayakan masyarakat.
Pemerintah desa dan dinas perizinan didesak untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap aktivitas proyek, termasuk memastikan legalitas perizinan, pengawasan lapangan, serta tanggung jawab pihak pelaksana proyek terhadap dampak lingkungan dan keselamatan jalan.
Jika tidak segera ditindaklanjuti, kondisi ini dikhawatirkan akan terus menimbulkan korban serta memperburuk situasi keselamatan di wilayah tersebut.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak pemilik maupun pemborong proyek belum memberikan keterangan resmi, dan tim media masih berupaya melakukan konfirmasi.
Kondisi ini menjadi perhatian serius masyarakat, mengingat jalan tersebut merupakan akses vital bagi aktivitas warga sehari-hari.
“Pemberitaan ini mengacu pada Kode Etik Jurnalistik dengan menjunjung asas praduga tak bersalah, di mana informasi yang disampaikan berdasarkan hasil dokumentasi video tim investigasi di lapangan serta keterangan warga, dan belum ada pernyataan resmi dari pihak terkait. Setiap pihak yang disebut tetap memiliki hak jawab dan klarifikasi sesuai ketentuan yang berlaku.”
(Eko BR-V)

