Beritarepublikviral.com// Sawahlunto, – Bumi Sawahlunto kini tak hanya menyimpan sejarah, tapi juga mulai menorehkan mimpi-mimpi besar di atas lantai vinyl. Dua putra terbaik tanah air, Muhammad Abdullah Siddiq dan Sarul Absar, telah berhasil memecahkan batas dan membuktikan bahwa bakat dari daerah pun mampu bersaing di kancah nasional.
Mereka berdua kini resmi menjadi bagian dari 12 pemain pilihan Sumatera Barat yang berhasil melewati saringan ketat program Talent Detection. Ajang yang berdenyut hidup di Rafhely Futsal By Pass, Padang, pada Minggu (19/4/2026) lalu itu menjadi saksi bisu perjuangan mereka menembus seleksi Tim Nasional Futsal U-17 Indonesia.
Di bawah arahan langsung Asisten Pelatih, Eka Sanjaya, proses pencarian bibit unggul ini berjalan dengan standar yang sangat tinggi. Bukan sekadar melihat kemampuan teknis, tapi juga membaca jiwa juang yang tersembunyi di dalam diri setiap pemain.
Di tengah persaingan yang begitu panas dan penuh tekanan, Siddiq dan Sarul tampil bukan hanya sebagai pemain, melainkan sebagai seniman yang memainkan bola dengan hati. Kualitas permainan mereka menonjol bak bintang di langit malam, berhasil memikat mata para pemilih dan mengukuhkan posisi mereka untuk melangkah ke jenjang berikutnya.
“Data dan catatan performa mereka akan kami bawa ke pusat untuk dibedah lebih dalam. Coach Hector Souto akan meneliti setiap detil gerakan melalui rekaman. Standar yang kami pakai adalah standar dunia, karena lawan yang akan mereka hadapi nanti adalah raksasa-raksasa futsal internasional,” ungkap Eka dengan penuh keyakinan.
Perjalanan belum berakhir di sini. Awal Mei 2026 nanti, para punggawa muda ini akan dipanggil untuk berkumpul di pusat pembinaan, entah di Jakarta atau Yogyakarta. Di sana, mental dan fisik mereka akan ditempa menjadi lebih kuat, teknik diasah hingga setajam silet, dan taktik dipahami hingga ke urat nadi.
Sebelum sayap mereka terbentang luas terbang ke Eropa, skuad ini juga akan diuji mentalnya melalui laga-laga uji coba melawan klub-klub profesional Liga Futsal Indonesia. Ini adalah proses pendewasaan agar mereka siap berbicara satu bahasa dengan dunia.
Puncak dari segala keringat dan air mata ini adalah panggung megah Turneo VI Nations di Spanyol, tepatnya pada 24–28 Juni 2026. Di sana, mereka tidak hanya bermain bola, tapi membawa nama bangsa untuk diukur kemampuannya melawan negara-negara yang sudah lama memiliki akar kuat dalam olahraga futsal.
Bagi Siddiq dan Sarul, ini adalah babak baru yang menakjubkan. Dari kota kecil yang penuh kenangan, kini langkah mereka mengarah ke horizon yang lebih luas. Sawahlunto telah mengirimkan suaranya, dan dunia pun siap mendengarkan. Semoga langkah mereka membawa kebanggaan, tidak hanya untuk Ranah Minang, tapi juga untuk seluruh Nusantara. (Tb Mhd Arief Hendrawan)


