Mahyeldi Raih Leadership Award 2026 dari IAI Sumbar, Diapresiasi atas Kepemimpinan Inspiratif dan Berdampak

Mahyeldi Raih Leadership Award 2026 dari IAI Sumbar, Diapresiasi atas Kepemimpinan Inspiratif dan Berdampak

Beritarepublikviral.com//PADANG, — Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi, kembali mendapatkan pengakuan atas kiprah kepemimpinannya. Kali ini, Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) Wilayah Sumatera Barat menganugerahkan penghargaan bergengsi “Leadership Award 2026” kepada beliau.

Penganugerahan tersebut menjadi momen istimewa dalam rangkaian kegiatan Halal bi Halal yang berlangsung di Kantor Perwakilan BPKP Sumatera Barat, Rabu(15/4/2026). Mewakili Gubernur, Kepala Dinas Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (DPKAD) Sumbar, Rosail Akhyari, hadir menerima penghargaan tersebut langsung dari perwakilan IAI Sumbar.

Penghargaan ini disematkan sebagai bentuk apresiasi tinggi terhadap gaya kepemimpinan Mahyeldi yang dinilai sangat inspiratif dan memberikan dampak nyata bagi daerah. Penilaian dilakukan secara komprehensif, mencakup capaian gemilang dalam pembangunan daerah serta konsistensi Pemprov Sumbar dalam mengapresiasi dan memperkuat peran strategis profesi akuntan.

Melalui perwakilannya, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi yang mendalam kepada IAI Sumbar. Kontribusi organisasi ini dinilai sangat vital, mulai dari peran sentral dalam memperkokoh tata kelola keuangan, memacu roda ekonomi, hingga memberdayakan masyarakat luas. Sinergi yang terjalin selama ini dipandang sebagai aset berharga yang wajib terus dipelihara dan ditingkatkan.

Pemprov Sumbar juga menegaskan keterbukaan untuk terus menerima masukan-masukan strategis dari IAI, khususnya terkait implementasi akuntansi pemerintahan yang sehat. Hal ini menjadi kunci utama dalam menjamin pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang transparan, akuntabel, dan tepat sasaran.

Sebagai wujud komitmen tersebut, kebijakan fiskal yang diterapkan saat ini terus menekankan pada prinsip mandatory spending. Salah satu fokus utamanya adalah membatasi belanja pegawai maksimal 30 persen, sekaligus memastikan alokasi untuk infrastruktur publik mencapai minimal 40 persen dari total anggaran, demi kemaslahatan masyarakat yang lebih luas.

Acara berlangsung hangat dan dihadiri oleh berbagai elemen penting, mulai dari perwakilan BPK, BPKP, OJK, Kantor Wilayah Ditjen Pajak Sumatera Barat-Jambi, Bank Nagari, hingga seluruh jajaran pembina, pengurus, dan anggota IAI Sumbar. (Tb Mhd Arief Hendrawan)