Berita Republik – Viral
Berau, 7 April 2026
Universitas Borneo Tarakan (UBT) kembali mencatatkan inovasi luar biasa di bidang pertanian dengan mengubah tanaman air yang sering dianggap gulma menjadi komoditas bernilai tinggi. Melalui penelitian terbaru di Fakultas Pertanian, tanaman Amazon Frogbit (Limnobium laevigatum) kini terbukti memiliki potensi besar sebagai bahan baku pupuk organik yang mampu menggantikan peran pupuk urea kimia sintetis.
Penelitian yang mengusung tema Analisis Teknis Penggunaan Kompos Tanaman Amazon Frogbit ini menawarkan solusi cerdas bagi para petani yang selama ini terbebani oleh harga pupuk pabrikan yang terus melambung. Tanaman Amazon Frogbit yang biasa tumbuh liar dan mengapung di permukaan air sungai atau danau kini tidak lagi dipandang sebagai pengganggu, melainkan diolah menjadi pupuk organik padat nutrisi melalui proses pengomposan yang terkontrol.
Keunggulan utama dari pupuk hasil inovasi ini terletak pada kandungan unsur haranya yang sangat lengkap dan seimbang. Kompos dari tanaman air ini diketahui memiliki kadar Nitrogen yang tinggi, menjadikannya alternatif yang sangat tepat untuk menggantikan pupuk urea. Selain itu, pupuk ini juga mengandung unsur makro penting lainnya seperti Fosfor yang berfungsi memperkuat akar dan Kalium untuk meningkatkan kualitas buah serta berbagai unsur mikro pendukung lainnya yang sangat dibutuhkan oleh tanaman.
Salah satu kelebihan paling menonjol adalah sistem pelepasan unsur hara yang bersifat bertahap atau slow release. Berbeda dengan pupuk kimia yang nutrisinya cepat habis tercuci air hujan atau menguap ke udara, kompos Amazon Frogbit mampu menyimpan cadangan makanan di dalam tanah dalam waktu yang lebih lama. Nutrisi akan diserap oleh akar tanaman secara perlahan dan berkelanjutan sehingga pertumbuhan tanaman menjadi lebih maksimal dan tidak mudah stres.
Penggunaan pupuk ini juga memberikan dampak positif bagi kesehatan tanah jangka panjang. Sebagai bahan organik murni, kompos ini mampu memperbaiki struktur tanah yang keras atau sudah kritis menjadi lebih gembur dan porous. Hal ini membuat akar tanaman lebih mudah bernapas dan menyerap air serta nutrisi dengan lebih efisien. Selain itu, pemanfaatan tanaman yang melimpah ini juga dinilai sangat ekonomis karena bahan bakunya mudah didapatkan secara gratis di alam sekitar.
Penelitian yang dilakukan oleh tim ahli pertanian UBT Tarakan ini bertujuan untuk membuktikan secara ilmiah efektivitas dan dosis terbaik penggunaan pupuk alternatif ini. Jika diterapkan secara luas, inovasi ini diharapkan dapat memutus ketergantungan petani terhadap pupuk impor, menekan biaya produksi, serta mendukung terwujudnya sistem pertanian organik yang lebih sehat, ramah lingkungan, dan berkelanjutan di Kalimantan Utara.



