Secara umum, Berau sudah mulai mempersiapkan diri untuk menghadapi pasar bebas dengan berbagai langkah strategis, namun masih memiliki beberapa tantangan yang perlu diselesaikan agar kesiapannya menjadi lebih matang.
Upaya Pengembangan Produk Unggulan dan Hilirisasi digiatkan oleh pemerintah Berau dan bekerja sama dengan pihak swasta agar memiliki komoditas unggulan seperti kakao, kelapa, perikanan, dan produk ekonomi kreatif seperti batik, tenun, serta kerajinan tangan yang sudah mulai menembus pasar nasional bahkan internasional. Pemerintah daerah terus mendorong hilirisasi industri untuk meningkatkan nilai tambah produk, misalnya pengolahan kakao menjadi cokelat dan kelapa menjadi minyak goreng atau sabun.
Peningkatan kapasitas pelaku usaha
dilakukan berbagai pelatihan, bimbingan teknis, dan pendampingan kepada pelaku UMKM terkait kualitas produk, desain kemasan, branding, serta strategi pemasaran digital. Sebanyak 25 UMKM unggulan bahkan dipersiapkan secara khusus untuk menembus pasar ekspor.
Pemerintah Berau menjalin kerja sama dengan negara lain seperti Seychelles untuk membuka akses pasar ke Afrika dan Eropa, serta mempromosikan produk lokal melalui berbagai ajang pameran dan promosi di tingkat nasional maupun internasional.
Diversifikasi ekonomi dilakukan pemerintah saat ini dengan mengurangi ketergantungan pada sektor pertambangan yang masih mendominasi PDRB dengan mengembangkan sektor pariwisata, pertanian, perkebunan, dan UMKM sebagai pilar ekonomi baru yang lebih berkelanjutan.
Tantangan yang masih dihadapi Berau saat ini adalah struktur ekonomi yang masih tergantung pada tambang dengan
sektor pertambangan masih berkontribusi sebesar 48,11% terhadap PDRB, sehingga ekonomi daerah rentan terhadap fluktuasi harga komoditas global dan perubahan kebijakan.
Banyaknya pelaku UMKM masih kurang memahami prosedur ekspor, standar internasional, dan manajemen bisnis modern. Selain itu, infrastruktur pendukung seperti logistik dan fasilitas pengolahan belum sepenuhnya memadai. Rantai Distribusi yang Belum Efisien, dominasi tengkulak dalam rantai distribusi membuat harga produk di tingkat petani atau pengrajin seringkali tidak optimal, dan banyak hasil produksi masih dikirim keluar daerah untuk diolah sebelum dipasarkan kembali.
Kualitas dan Standarisasi Produk yang diterapkan meskipun sudah ada kemajuan, masih diperlukan peningkatan konsistensi kualitas dan pemenuhan sertifikasi internasional agar produk dapat bersaing secara maksimal di pasar global.
Secara keseluruhan, Berau sudah berada di jalur yang tepat untuk menuju pasar bebas dengan potensi yang besar dan komitmen pemerintah yang kuat. Namun, proses ini masih memerlukan waktu dan upaya berkelanjutan untuk menyelesaikan berbagai kendala yang ada.