Laporan wartawan Berita Republik Viral.com: Irpan Sofyan
Cilegon, Merak — Arus balik Lebaran di Terminal Terpadu Merak terus menunjukkan peningkatan signifikan. Hingga Minggu (29/3/2026), tercatat sebanyak 7.843 penumpang yang belum balik dari Sumatra ke Pulau Jawa. Lonjakan jumlah pemudik ini membuat aktivitas di terminal tampak lebih padat dibandingkan hari sebelumnya.
Kepala Bagian Umum Terminal Terpadu Merak, Farid, menyampaikan bahwa pergerakan penumpang mengalami kenaikan sebesar 17 persen. Untuk mengantisipasi penumpukan, pihak terminal telah mengerahkan sekitar 300 unit bus dari 16 PO perusahaan otobus.
“Terjadi peningkatan sekitar 17 persen. Kami sudah menyiapkan 300 unit bus untuk mempercepat proses keberangkatan penumpang,” ujarnya.
Meski demikian, operasional di lapangan sempat menghadapi kendala teknis terkait pengisian bahan bakar. Sejumlah armada bus mengalami keterlambatan karena harus mengantre pengisian solar. Namun, keterlambatan tersebut hanya berlangsung singkat dan tidak berdampak signifikan terhadap keseluruhan layanan.
“Kalau ada kendala, biasanya hanya lima sampai sepuluh menit. Penumpang kami minta menunggu sebentar, sekitar tujuh menit, lalu bus berikutnya datang dan langsung diberangkatkan,” jelasnya.
Selain itu, pihak terminal juga menyinggung pembangunan gedung kantor Terminal Terpadu Merak yang sempat menjadi perhatian. Gedung tersebut telah memperoleh izin dari Kementerian Perhubungan dan Kementerian Keuangan serta berada dalam pengawasan sejumlah instansi, termasuk aparat kepolisian dan Badan Pemeriksa Keuangan.
Pembangunan yang dimulai pada Agustus 2025 itu untuk sementara dihentikan menjelang masa angkutan Lebaran guna menghindari gangguan sirkulasi bus akibat pergerakan alat berat. Hingga saat ini, terminal tersebut masih belum memiliki kantor permanen.
Dalam menghadapi puncak arus balik, berbagai langkah antisipasi dilakukan. Selain menambah armada, pihak terminal juga menggelar pemeriksaan kesehatan gratis bagi awak bus serta memperkuat koordinasi dengan kepolisian untuk menjaga kelancaran dan keamanan.
“Koordinasi dengan Polda dan Polres berjalan baik. Personel ditempatkan di sejumlah titik untuk membantu kelancaran arus penumpang dan kendaraan,” katanya.
Selama periode arus balik, tercatat satu penumpang sempat pingsan akibat kelelahan. Petugas langsung memberikan penanganan medis di lokasi sebelum membawa penumpang tersebut ke fasilitas kesehatan terdekat.
Secara keseluruhan, arus balik di Terminal Terpadu Merak masih terpantau terkendali meskipun terjadi lonjakan penumpang. Petugas terus melakukan pengaturan keberangkatan secara bertahap guna mencegah penumpukan dan memastikan pemudik dapat kembali ke tujuan dengan aman dan nyaman.
Petugas juga melakukan pemantauan hingga ke area paling belakang terminal guna memastikan seluruh penumpang tetap terlayani. Berdasarkan data sementara, masih terdapat sekitar 10 persen penumpang yang belum terangkut, namun jumlah tersebut dinilai lebih sedikit dibandingkan sebelumnya yang sempat mencapai lebih dari seribu orang.
Pihak terminal pun menambah armada secara bertahap serta mengerahkan petugas untuk mengarahkan penumpang agar proses naik bus berlangsung tertib. Dengan langkah tersebut, antrean penumpang perlahan mulai berkurang dan keberangkatan dapat berlangsung lebih cepat.
Terkait fasilitas penunjang, pihak pengelola menegaskan bahwa seluruhnya masih menjadi tanggung jawab ASDP. Hal tersebut mencakup pelayanan penumpang, kebersihan area, hingga pengaturan sarana pendukung selama masa arus balik berlangsung.


