Heboh! Sumur Bor di Karduluk Sumenep Semburkan Gas Mudah Terbakar, Polisi Pasang Garis Pengaman

Heboh! Sumur Bor di Karduluk Sumenep Semburkan Gas Mudah Terbakar, Polisi Pasang Garis Pengaman

BR-V || Sumenep – Warga Desa Karduluk, Kecamatan Pragaan, Kabupaten Sumenep, digegerkan dengan fenomena tak biasa berupa sumur bor yang mengeluarkan semburan gas mudah terbakar, Kamis (26/03/2026).

Peristiwa itu terjadi di Dusun Somangkaan, saat sumur milik warga bernama Zamroni dibor untuk mencari sumber air bersih. Namun, ketika kedalaman pengeboran mencapai sekitar 20 meter, justru muncul gas dari dalam lubang bor.

Kepala Desa Karduluk, Ahmad Faruq, menjelaskan, keberadaan gas tersebut pertama kali diketahui setelah warga melakukan uji coba sederhana menggunakan benda-benda kering.

“Dari situ diketahui bahwa gas yang keluar bisa menyala dan membakar benda-benda kering tersebut,” ujarnya.

Tak hanya mudah terbakar, gas yang keluar dari lubang bor juga disebut memiliki bau menyengat menyerupai belerang. Kondisi itu langsung menimbulkan kekhawatiran di kalangan warga sekitar.

Menyikapi situasi tersebut, pemerintah desa bersama pemilik sumur memutuskan menghentikan sementara proses pengeboran demi mencegah potensi bahaya yang lebih besar.

“Kami berharap ada tindak lanjut dari pihak berkompeten agar fenomena ini bisa ditangani dengan baik dan tidak membahayakan warga,” tambah Ahmad Faruq.

Sementara itu, Polres Sumenep langsung turun tangan dengan mengamankan lokasi dan memasang garis polisi di sekitar area sumur bor. Langkah itu dilakukan untuk mengantisipasi risiko ledakan maupun kebakaran akibat semburan gas yang sempat menyala saat diuji warga.

Kapolres Sumenep, AKBP Anang Hardiyanto, menegaskan bahwa aktivitas pengeboran untuk sementara waktu dihentikan total.

“Kami telah mengamankan lokasi dan menghentikan sementara aktivitas pengeboran. Masyarakat kami imbau untuk tidak mendekat ke area tersebut guna menghindari risiko yang tidak diinginkan,” kata AKBP Anang, Kamis (26/03/2026).

Selain memasang garis pengaman, kepolisian juga telah berkoordinasi dengan instansi terkait guna melakukan penanganan lanjutan terhadap fenomena tersebut.

“Saat ini kami juga berkoordinasi dengan pihak terkait untuk penanganan lebih lanjut,” tambahnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kejadian itu diketahui sekitar pukul 14.00 WIB, saat proses pengeboran sumur milik Zamroni (40) mencapai kedalaman kurang lebih 20 meter. Saat dilakukan pelebaran casing, tiba-tiba muncul bau menyengat menyerupai gas belerang dari dalam lubang bor.

Pekerja di lokasi sempat melakukan uji coba dengan menyalakan korek api di atas lubang paralon. Hasilnya, api langsung muncul dari dalam lubang, menandakan adanya kandungan gas yang mudah terbakar.

Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, lubang bor tersebut kemudian segera ditutup menggunakan kain basah agar api padam dan situasi tetap terkendali.

Hingga kini, lokasi sumur bor masih dalam pengawasan aparat, sementara warga diminta tetap waspada dan tidak mendekati area sampai ada penanganan resmi dari pihak berwenang.