Laporan wartawan Berita Republik Viral.com: Irpan Sofyan
Cilegon – Suasana di kawasan Pelabuhan Merak dan Ciwandan kian padat menjelang puncak arus mudik Lebaran H-3. Namun di balik lonjakan pergerakan pemudik, jajaran PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) bersama aparat keamanan memastikan seluruh proses penyeberangan tetap berjalan lancar, aman, dan terkendali.
Dalam konferensi pers yang digelar Rabu malam (18/3/2026) Pukul 22.08 WIB. Direktur Utama ASDP Heru Widodo mengungkapkan bahwa tren peningkatan jumlah kendaraan dan penumpang terus terjadi signifikan dibandingkan hari sebelumnya.
“Arus mudik terus meningkat. Jika semalam sekitar 17.000 kendaraan, hari ini sudah mencapai 19.000 kendaraan yang berhasil diseberangkan,” ujarnya.
Data di lapangan menunjukkan, kendaraan roda empat masih mendominasi arus penyeberangan di Pelabuhan Merak. Sementara itu, kendaraan roda dua juga tercatat cukup tinggi dengan pergerakan melalui lintasan Pelabuhan Ciwandan.
Dalam satu hari, jumlah penumpang yang menyeberang mencapai sekitar 124.000 orang. Secara kumulatif, sejak H-10 hingga H-3 (pukul 00.00–18.00 WIB), total penumpang telah menyentuh angka 593.333 orang, termasuk pejalan kaki dan penumpang dalam kendaraan.
Tak hanya itu, jumlah kendaraan roda empat yang telah diseberangkan mencapai sekitar 34.000 unit. Jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu, terjadi kenaikan sekitar 7,5 persen, menandakan tingginya antusiasme masyarakat untuk mudik tahun ini.
Heru menegaskan, berbagai skenario pengamanan dan pelayanan telah disiapkan maksimal menghadapi puncak arus mudik.
“Kami bersama Kapolda dan seluruh jajaran mengerahkan personel secara intensif untuk memastikan kelancaran dan kenyamanan pemudik menuju Merak dan Ciwandan,” tambahnya.
Sementara itu, Kapolda Banten Irjen Pol Hengki memastikan pelaksanaan Operasi Ketupat Maung 2026 di wilayah hukum Polda Banten berjalan aman dan kondusif hingga hari keenam.
“Hingga pukul 22.10 WIB, seluruh rangkaian pengamanan berjalan dengan baik dan terkendali,” jelasnya.
Ia juga meluruskan isu yang beredar terkait kemacetan di jalur menuju pelabuhan.
“Kami tegaskan tidak ada kemacetan. Yang terjadi adalah pengaturan lalu lintas sesuai SOP untuk menjaga kelancaran,” tegasnya.
Menurutnya, rekayasa lalu lintas seperti penyekatan dan pengalihan kendaraan dilakukan saat kapasitas pelabuhan penuh. Misalnya, buffer area dengan kapasitas 2.000 kendaraan saat ini masih terisi sekitar 500 kendaraan. Jika terjadi lonjakan, kendaraan akan diarahkan ke Jalan Lingkar Selatan (JLS) untuk menunggu antrean kapal.
“Ini bukan kemacetan, tapi bagian dari sistem pengaturan agar arus tetap bergerak,” jelasnya.
Sinergi antara Polri, TNI, ASDP, dan seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci keberhasilan pengamanan arus mudik tahun ini. Posko terpadu juga disiagakan untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan, termasuk potensi gangguan cuaca maupun kondisi darurat lainnya.
Di akhir keterangannya, Heru menyampaikan harapan agar seluruh pemudik dapat menikmati perjalanan dengan aman dan nyaman.
“Insya Allah kami berikan pelayanan terbaik. Semoga malam ini menjadi perjalanan yang membahagiakan bagi saudara-saudara kita yang akan menyeberang,” tutupnya.
Usai konferensi pers, rombongan yang dipimpin Heru Widodo bersama Kapolda Banten Irjen Pol Hengki langsung turun ke lapangan menyapa para pemudik di area terminal dan dermaga. Mereka menyusuri antrean kendaraan, berdialog dengan pengendara, serta memastikan langsung kondisi pelayanan di lapangan.
Sejumlah pemudik tampak antusias saat disapa. Beberapa di antaranya bahkan memanfaatkan momen tersebut untuk menyampaikan apresiasi atas kelancaran arus mudik tahun ini.
“Kami senang bisa bertemu langsung dan melihat kondisi pemudik. Ini menjadi semangat bagi kami untuk terus memberikan pelayanan terbaik,” ujar Heru di sela peninjauan.
Rombongan juga terlihat mengecek fasilitas ruang tunggu, kesiapan kapal, hingga alur masuk kendaraan ke dalam kapal. Petugas di lapangan pun terus disiagakan untuk membantu pemudik, mulai dari pengaturan antrean hingga memberikan informasi perjalanan.
Dengan peninjauan langsung tersebut, diharapkan pelayanan penyeberangan di Pelabuhan Merak dan Ciwandan tetap optimal di tengah puncak arus mudik, sehingga perjalanan masyarakat menuju kampung halaman berlangsung aman, lancar, dan penuh kenyamanan.


