Laporan wartawan Berita Republik Viral.com: Irpan Sofyan
Jakarta – Anggota DPD RI Dapil DKI Jakarta, Fahira Idris, menyampaikan apresiasi atas penyerahan 26 unit rumah hasil program bedah rumah yang dilakukan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kepada warga penerima manfaat di kawasan Serdang, Kemayoran, Jakarta Pusat.
Penyerahan rumah tersebut dilakukan oleh Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung Wibowo, sebagai bagian dari program kolaboratif yang melibatkan Baznas/Bazis DKI Jakarta bersama sejumlah Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), Badan Usaha Milik Negara (BUMN), serta pihak swasta.
Menurut Fahira, program ini menjadi contoh nyata bahwa kolaborasi berbagai pihak mampu menghadirkan solusi konkret bagi persoalan dasar perkotaan, terutama dalam penyediaan hunian layak bagi masyarakat kurang mampu.
“Program ini menunjukkan bahwa kolaborasi adalah kunci dalam menjawab persoalan mendasar kota, termasuk penyediaan hunian layak bagi warga. Ini bukan sekadar pembangunan fisik, tetapi juga menghadirkan harapan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” ujar Fahira dalam keterangan tertulisnya, Selasa (17/3/2026).
Fahira menilai program bedah rumah memiliki urgensi tinggi di Jakarta, mengingat masih ada warga yang tinggal di rumah dengan kondisi tidak layak huni, minim ventilasi dan sanitasi, serta lingkungan yang kurang sehat. Melalui program tersebut, pemerintah bersama para pemangku kepentingan dinilai menghadirkan solusi nyata yang manfaatnya langsung dirasakan masyarakat.
Ia menambahkan, dampak program bedah rumah tidak hanya terbatas pada perbaikan fisik bangunan, tetapi juga menyentuh aspek kesehatan, sosial, hingga ekonomi warga. Hunian yang layak diyakini mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat sekaligus mendorong produktivitas keluarga.
“Rumah yang layak adalah fondasi utama kehidupan yang sehat dan produktif. Dari rumah yang baik, lahir keluarga yang kuat dan masyarakat yang lebih berdaya,” katanya.
Namun demikian, Fahira juga menyampaikan sejumlah harapan agar program ini dapat berjalan optimal, berkelanjutan, dan memberikan dampak lebih luas. Ia menekankan pentingnya memastikan validitas serta integrasi data penerima manfaat agar bantuan tepat sasaran dan menjangkau warga yang benar-benar membutuhkan.
Selain itu, kolaborasi lintas sektor juga perlu diperkuat secara berkelanjutan, tidak hanya dalam pembangunan rumah tetapi juga dalam pengawasan dan evaluasi program. Fahira juga mendorong adanya pemberdayaan masyarakat dalam proses pembangunan, termasuk melibatkan warga setempat untuk menumbuhkan rasa memiliki sekaligus meningkatkan efisiensi pelaksanaan.
Ia juga menilai program bedah rumah sebaiknya diintegrasikan dengan penataan kawasan permukiman secara menyeluruh agar dampaknya tidak bersifat parsial, melainkan sistemik. Di sisi lain, keberlanjutan program perlu didukung skema pendanaan yang inovatif, transparan, dan akuntabel, termasuk optimalisasi dana sosial serta kemitraan dengan berbagai pihak.
Menurut Fahira, program bedah rumah harus dipandang sebagai investasi jangka panjang dalam pembangunan manusia dan kota. Jakarta sebagai kota global, kata dia, tidak hanya diukur dari pembangunan fisik yang megah, tetapi juga dari kualitas kehidupan warganya.
Ia berharap program kolaboratif seperti ini dapat terus dikembangkan dan direplikasi agar semakin banyak warga yang merasakan manfaatnya, sekaligus mempercepat terwujudnya Jakarta sebagai kota yang inklusif, berkeadilan, dan berdaya saing.
“Program seperti ini harus terus diperluas agar semakin banyak warga yang merasakan manfaatnya. Semoga semakin banyak kolaborasi seperti ini yang hadir, sehingga tidak ada lagi warga Jakarta yang tinggal di rumah yang tidak layak huni,” pungkasnya.
Sementara itu, Baznas Bazis DKI Jakarta menargetkan program bedah rumah akan dilaksanakan secara bertahap dengan total 633 unit rumah sepanjang tahun 2026. Program ini diperuntukkan bagi warga kurang mampu dengan kondisi rumah rusak parah agar dapat memiliki hunian yang lebih layak, sehat, dan aman.


