Beritarepublikviral.com Medan – Ini salah bukti ; Walikota Medan Rico Waas, banci dan penakut. Terhadap toke bangunan tanpa PBG (persetujuan bangunan gedung) saja dia tidak berani, konon pula beberapa hari lalu berhadapan dengan para pedagang babi.
Ungkapan ini keluar dari mulut wong cilik, warga sekitar Jalan Rajawali. Bukan orang besar, bukan pula publik figur. Ya dari orang kecil sebut saja namanya Efni.
Dia berani menyebut bahwa Rico Waas banci karena miris melihat pembangunan tanpa mengantongi PBG makin marak di kota ini. Salahsatunya di Jalan Rajawali simpang Jalan Pesantren, Kecamatan Medan Sunggal.
Meski tanpa PBG, sang toke bebas mendirikan gudang. Anehnya aparat setempat diam. Kepling, bahkan lurah tak mungkin tak tahu. Buktinya saat akan dilakukan mediasi antara Albert, antek-antek toke gudang dengan mantan sekuriti Harun, Kepling akan dlibatkan.
Mediasi dilakukan karena Albert sempat anggar-anggar beking. Dia menuduh Harun berkhianat dengan membocorkan informasi soal ketiadaan PBG gudang ke publik. Albert murka dan sempat bilang; “Kamu (Harun) orang kecil, kami orang besar. Nggak akan menang lawan orang besar. 10 orang TNI bisa saya suruh datang ke tempat kamu,” begitu kira-kira Albert mengintimidasi Harun.
Nah untuk mediasi, Albert ingin Kepling dan personel Babinsa setempat dilibatkan. Namun gagal, karena Kepling mundur teratur lantaran tak menguntungkan baginya terjadi mediasi. Artinya, Kepling tahu gudang tak memiliki PBG.
Kenapa Kepling tidak langsung tegas saja kepada Albert, karena tidak mengantongi PBG? Desas-desus menyebut, aparat setempat gentar dengan bekingnya Albert. Benarkah Albert kuat?
Mana lebih kuat Albert atau Rico Waas. Ntahlah!!!
Sekadar tahu, gudang tanpa PBG ini mendadak jadi sorotan warga. “Ini jelas merugikan kas daerah. Setiap bangunan wajib urus PBG, itu aturannya. Jangan sampai ada pengecualian,” ketus seorang warga sekitar yang meminta identitasnya dirahasiakan demi keamanan, Senin (16/03/2026).
Meski berdiri mencolok, aparat Kelurahan Medan Sunggal seolah tak melihat adanya pelanggaran. Pembiaran ini pun memicu mosi tidak percaya dari masyarakat terhadap kinerja aparatur di tingkat bawah.
Warga mendesak Wali Kota Medan, Rico Waas, untuk segera mengevaluasi kinerja jajaran Kelurahan Medan Sunggal. Mereka khawatir, sikap “tutup mata” ini menjadi celah bagi oknum-oknum tertentu untuk bermain mata dengan pengembang.
“Jangan sampai kelurahan jadi ladang bermain bagi oknum tak bertanggung jawab. Kalau dibiarkan, ini jadi preseden buruk. Orang yang taat aturan malah merasa dicederai keadilannya,” tegas warga lainnya dengan nada geram.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Kelurahan Medan Sunggal belum memberikan keterangan resmi terkait menjamurnya bangunan tanpa izin di wilayah hukumnya tersebut. (Tim)


