Kapolda Banten dan Danrem Serang Tinjau Kesiapan Mudik, Sistem Buffer Zone Disiapkan di Empat Pelabuhan

Kapolda Banten dan Danrem Serang Tinjau Kesiapan Mudik, Sistem Buffer Zone Disiapkan di Empat Pelabuhan

Laporan wartawan Berita Republik Viral.com: Ipan Sofyan

Cilegon, Banten – Suasana malam di kawasan Pelabuhan Merak, Kota Cilegon, Sabtu (14/3/2026) tampak lebih sibuk dari biasanya. Deretan kendaraan perlahan mengantre menuju dermaga, sementara petugas berseragam polisi dan TNI tampak siaga mengatur arus lalu lintas. Di tengah aktivitas tersebut, jajaran Polda Banten bersama Korem (Danrem) 064/Maulana Yusuf Serang melakukan peninjauan langsung guna memastikan kesiapan pengamanan arus mudik Lebaran 2026.

Peninjauan yang berlangsung sekitar pukul 22.56 WIB itu merupakan bagian dari pelaksanaan Operasi Ketupat, operasi pengamanan tahunan yang difokuskan pada kelancaran mobilitas masyarakat selama musim mudik. Kawasan pelabuhan di Banten menjadi perhatian utama karena menjadi gerbang penting bagi masyarakat yang akan menyeberang dari Pulau Jawa menuju Sumatera.

Dalam kegiatan tersebut turut hadir Kombes Pol Maruli Ahiles Hutapea, Kapolres Cilegon AKBP Dr. Martua Raja Taripar Laut Silitonga, jajaran Polres Cilegon, Danrem Brigjen TNI Dari Cahyadi Soeprapto, Dandim CiDandim Letkol Inf Imam Buchori, personel TNI, ASDP pelabuhan merak, serta sejumlah instansi terkait yang terlibat dalam pengamanan arus mudik.

Kapolda Banten Irjen Pol Hengki menjelaskan, pihaknya telah menyiapkan personel serta berbagai sarana pendukung untuk memastikan perjalanan masyarakat berjalan aman dan lancar. Koordinasi intensif dilakukan dengan berbagai pihak, mulai dari TNI, pemerintah daerah hingga operator penyeberangan.

“Di wilayah hukum Polda Banten terdapat empat pelabuhan utama yang menjadi jalur arus mudik, yaitu Pelabuhan Merak, Pelabuhan Ciwandan, serta Pelabuhan Bandar Bakau Jaya di Bojonegara, termasuk satu pelabuhan penunjang lainnya. Hingga malam ini situasi terpantau aman, lancar, dan kondusif,” ujarnya kepada awak media.

Memasuki H-6 menjelang Idulfitri, pengaturan lalu lintas menuju pelabuhan diberlakukan dengan pola berbeda dari hari biasa. Di kawasan Pelabuhan Merak, kendaraan diarahkan secara bertahap mulai dari dermaga 1 hingga dermaga 7 untuk menjaga kelancaran proses naik-turun kendaraan dari kapal.

Salah satu strategi yang diterapkan adalah penggunaan buffer zone atau kantong parkir sebagai area penyangga kendaraan. Beberapa titik penampungan disiapkan di Kilometer 43 dan Kilometer 68 ruas tol menuju Merak, serta area Pelabuhan Indah Kiat yang mampu menampung sekitar 2.000 kendaraan. Selain itu, terdapat kantong parkir tambahan di beberapa lokasi dengan kapasitas hingga sekitar 4.000 kendaraan.

Kapolda menegaskan bahwa kendaraan yang diarahkan ke kantong parkir tersebut bukan berarti terjadi kemacetan.

“Ketika diarahkan ke kantong parkir, itu bukan kemacetan. Itu bagian dari sistem pengaturan agar kendaraan menunggu giliran naik kapal secara tertib,” jelasnya.

Selain kantong parkir di ruas tol, jalur Jalan Lingkar Selatan Cilegon juga dimanfaatkan sebagai area penyangga kendaraan. Di dalam kawasan pelabuhan sendiri tersedia area parkir tambahan yang mampu menampung ratusan kendaraan besar maupun kendaraan pribadi.

Sementara itu, kendaraan roda dua juga mendapat perhatian khusus. Area parkir khusus sepeda motor disiapkan dengan kapasitas hingga sekitar 4.800 unit untuk mengantisipasi lonjakan pemudik yang menggunakan kendaraan roda dua.

Apabila volume kendaraan meningkat secara signifikan, aparat akan menerapkan delay system, yakni kendaraan diarahkan sementara ke kantong parkir di luar kawasan pelabuhan hingga situasi di dalam pelabuhan kembali normal.

Dalam rangka pengamanan arus mudik ini, Polda Banten juga menyiapkan lima pos yang terdiri dari pos pengamanan, pos pelayanan, dan pos terpadu. Pos terpadu melibatkan berbagai unsur seperti Tentara Nasional Indonesia, Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) guna mengantisipasi kondisi darurat.

Tidak hanya fokus pada pengaturan lalu lintas, aparat juga meningkatkan pengawasan terhadap potensi gangguan keamanan seperti peredaran narkoba, aksi kriminalitas, hingga penipuan yang kerap terjadi saat arus mudik. Personel kepolisian bahkan ditempatkan di atas kapal penyeberangan untuk memastikan keamanan penumpang selama perjalanan.

Sebelum dimulainya Operasi Ketupat, aparat juga berhasil menggagalkan penyelundupan narkotika seberat sekitar 15 kilogram serta mengamankan satu senjata api yang dibawa melalui jalur penyeberangan dari Sumatera menuju Pelabuhan Merak.

Di sela peninjauan, Kapolda juga terlihat turun langsung mengatur arus kendaraan serta menyapa para pemudik. Momen hangat terjadi ketika ia memberikan bingkisan berisi air minum dan makanan ringan kepada sejumlah pemudik, salah satunya Ibu Revi yang hendak pulang ke Sumatera Barat.

Para pemudik menyambut perhatian tersebut dengan antusias dan berharap perjalanan mereka menuju kampung halaman berjalan aman dan lancar.

Sementara itu, Executive Director PT ASDP Indonesia Ferry, Vidon, memastikan aktivitas penyeberangan di Pelabuhan Merak masih dalam kondisi aman meski mobilitas kendaraan mulai meningkat menjelang arus mudik.

Menurutnya, hingga sore hari jumlah kendaraan yang menyeberang tercatat sekitar 50 persen dibandingkan volume pada hari sebelumnya. Saat ini sekitar 15 kapal tengah bersandar untuk proses bongkar muat, sementara secara keseluruhan terdapat 51 kapal yang disiagakan di lintasan penyeberangan dengan 30 kapal di antaranya beroperasi pada hari tersebut.

Selain kapal reguler, layanan penyeberangan juga didukung dua kapal jenis fast craft guna membantu mempercepat mobilitas penumpang. Dalam kondisi tertentu, satu dermaga bahkan dapat melayani hingga lima kapal secara bergantian untuk mempercepat proses penyeberangan.

Dengan kesiapan armada kapal dan pengaturan sistem buffer zone tersebut, pihak ASDP optimistis arus mudik melalui Pelabuhan Merak dan pelabuhan penunjang lainnya di Banten akan tetap berjalan lancar dan terkendali dalam beberapa hari ke depan.