BR-V || Sumenep – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-127 Tahun Anggaran 2026 di Kabupaten Sumenep resmi ditutup dalam sebuah upacara yang digelar di Lapangan Pemerintah Kabupaten Sumenep, Rabu (11/03/2026).
Upacara penutupan tersebut dipimpin oleh Komandan Korem 084/Bhaskara Jaya, Danny Alkadrie, serta dihadiri unsur Forkopimda, jajaran OPD, ASN, personel TNI-Polri, dan masyarakat.
Dalam kesempatan itu, Brigjen TNI Danny Alkadrie membacakan amanat Pangdam V/Brawijaya, Rudy Saladin. Ia menyampaikan bahwa program TMMD merupakan wujud sinergi antara Tentara Nasional Indonesia, pemerintah daerah, serta masyarakat dalam mempercepat pembangunan di wilayah pedesaan.
Menurutnya, TMMD menjadi salah satu program strategis yang bertujuan mendorong pemerataan pembangunan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat, terutama di daerah yang masih tertinggal atau membutuhkan percepatan pembangunan.
“Melalui program TMMD, TNI bersama pemerintah daerah dan masyarakat bergotong royong membangun berbagai sarana yang dibutuhkan masyarakat,” ujar Brigjen TNI Danny saat membacakan amanat Pangdam.
Program TMMD ke-127 sendiri berlangsung selama 30 hari, mulai 10 Februari hingga 11 Maret 2026. Sasaran kegiatan difokuskan pada wilayah pedesaan dengan berbagai program pembangunan, baik fisik maupun nonfisik.
Selain pembangunan infrastruktur, kegiatan tersebut juga diisi dengan sejumlah program unggulan TNI AD, di antaranya pengembangan ketahanan pangan, program penyediaan air bersih, pembangunan fasilitas sanitasi, rehabilitasi rumah tidak layak huni, serta pemberian bantuan makanan tambahan bagi anak yang mengalami stunting.
Pangdam V/Brawijaya juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi dalam pelaksanaan TMMD sehingga kegiatan dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Di akhir amanatnya, masyarakat diimbau untuk menjaga dan merawat seluruh hasil pembangunan yang telah diwujudkan melalui program TMMD agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.


