Beritarepublikviral.com Labuhanbatu Selatan – KPAD Labusel saat ini mendampingi korban pemerkosaan Ayah kandung yang terjadi di perkebunan Desa Teluk Panji. Kasus dugaan kekerasan seksual anak kembali terjadi di kabupaten Labuhanbatu Selatan Sumatera Utara, seorang remaja perempuan berinisial NH (16) yang di samarkan diduga menjadi korban pemerkosaan oleh ayah kandungnya sendiri selama hampir tiga tahun.
Peristiwa tersebut diduga terjadi di desa perkebunan Teluk Panji Kecamatan Kampung Rakyat. Kasus ini terungkap setelah korban tidak lagi mampu menahan trauma akibat perlakuan yang diduga dilakukan pelaku sejak 2022.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban akhirnya melarikan diri dari rumah dan memilih tinggal bersama kakaknya. Di tempat tersebut korban mulai berani menceritakan pengalaman pahit yang selama ini di pendam kepada salah seorang tetangga.
Cerita itu kemudian sampai kepada Ibu korban, mendengar pengakuan anaknya sang Ibu pun segera melaporkan dugaan tindak pidana tersebut kepada pihak kepolisian.
Menindak lanjuti laporan tersebut, aparat kepolisian memanggil terduga pelaku yang merupakan ayah kandung korban untuk menjalani pemeriksaan di Polres Labuhanbatu Selatan pada Senin (9/3/2026) malam.
Dari hasil pemeriksaan awal pelaku di sebut mengakui perbuatannya kepada penyidik, hingga kini polisi masih melakukan pendalaman dan proses penyidikan lebih lanjut guna memastikan seluruh rangkaian peristiwa serta menuntaskan perkara tersebut sesuai penentuan hukum yang berlaku.
Sementara itu korban bersama keluarganya saat ini mendapat pendamping dari komisi perlindungan anak daerah (KPAD) Kabupaten Labuhanbatu Selatan dan dalam proses pelaporan serta penanganan kasus.
Ketua KPAD labuhan batu Selatan Ilham Daulay SH menegaskan pihaknya akan mengawal proses hukum kasus tersebut agar korban memperoleh perlindungan dan keadilan.
Kami memastikan korban mendapatkan perlindungan baik secara hukum maupun psikologis. Kasus ini harus ditangani serius karna menyangkut kekerasan seksual terhadap anak oleh orang tuanya sendiri ujar Ilham saat dikonfirmasi.
Kasus ini kembali menjadi pengingat bahwa kekerasan seksual terhadap anak Masih dapat terjadi dilingkungan keluarga, yang seharusnya menjadi tempat paling aman bagi anak untuk tumbuh dan berkembang. Aparat penegak hukum diharapkan dapat menangani perkara ini secara transparan dan profesional demi memberikan rasa keadilan bagi korban. (Tim)


