
Bogor,beritarepublik-viral.com
Warga Desa Cipelang, Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor, dibuat geram dengan kondisi jalan kabupaten di pertigaan Nagara yang rusak parah dan tak kunjung diperbaiki. Lubang-lubang besar menganga di badan jalan seolah menjadi “jebakan” bagi setiap pengendara yang melintas.
Pantauan media di lokasi menunjukkan kerusakan tak lagi bisa dianggap sepele. Aspal terkelupas, lubang cukup dalam tersebar di beberapa titik, dan saat hujan turun berubah menjadi kubangan yang sulit terdeteksi. Kondisi ini jelas membahayakan, terutama bagi pengendara roda dua yang setiap hari melintas untuk bekerja maupun beraktivitas.
Ridwan, salah satu pengguna jalan, kepada media DBestnews pada Minggu (22/2/2026) mengaku kecewa dengan lambannya penanganan.
“Ini jalan kabupaten, bukan jalan kecil. Tapi kondisinya seperti dibiarkan. Kalau malam hari lebih berbahaya lagi, penerangan minim. Harus tunggu ada korban dulu baru diperbaiki?” tegasnya.
Jalan tersebut merupakan akses vital penghubung antarwilayah di Kecamatan Cijeruk dan jalur alternatif dari arah Sukabumi menuju Kota Bogor, maupun sebaliknya. Arus kendaraan yang cukup padat setiap hari membuat kerusakan semakin melebar dan memperparah kondisi badan jalan.
Warga menilai, pembiaran yang berlarut-larut mencerminkan lemahnya pengawasan dan respons cepat dari dinas terkait di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bogor. Infrastruktur publik semestinya menjadi prioritas, terlebih jika menyangkut keselamatan masyarakat.
Selain berpotensi menimbulkan kecelakaan, kerusakan jalan juga berdampak pada aktivitas ekonomi warga. Distribusi barang menjadi terhambat, biaya perawatan kendaraan meningkat, dan kenyamanan pengguna jalan semakin menurun.
Masyarakat mendesak Pemerintah Kabupaten Bogor agar tidak hanya melakukan tambal sulam sementara, melainkan perbaikan menyeluruh dengan kualitas yang terjamin serta pengawasan rutin. Jika kondisi ini terus dibiarkan, bukan tidak mungkin pertigaan Nagara akan benar-benar menjadi titik rawan kecelakaan.
Kini, warga Desa Cipelang menunggu bukti nyata, bukan sekadar janji.
Jurnalis: Bambang Saputro,ST.,Gr


