
Sukabumi, beritarepublik.com
Tim CPRT 23 bersama AJM 99, Yayasan Dilan Nayyara, serta NaQay MX School kembali menunjukkan konsistensinya di ajang B2SPEED PAPAJAR OPEN GTX yang digelar di Sirkuit Manangel, Palabuan Ratu, Sukabumi, pada Sabtu–Minggu (14–15 Februari 2026).
Meski joki andalan mereka, M. Dylan Ramadhan, belum bisa tampil di lintasan cross karena masih dalam masa pemulihan cedera tangan kiri akibat kecelakaan pasca latihan di Sirkuit Pakansari, Bogor, Tim CPRT 23 tetap berhasil membawa pulang empat piala bergengsi.
Larangan tampil dari tim dokter membuat Dylan harus absen sementara dari arena balap. Namun semangat tim tidak surut. Sebagai pengganti, CPRT 23 menurunkan rival Dylan, Arazka, bocah mungil berbakat yang juga merupakan putra dari pemilik mekanik AJM 99.
Hasilnya pun membanggakan. Arazka tampil impresif dan sukses meraih:
Juara 1 Kelas Mini Trail
Juara 5 Kelas MX 50cc
Juara 4 Kelas Mini Moto Usia 11 Tahun.
Tak hanya itu, tambahan satu piala juara satu (1) juga dipersembahkan oleh Cep Sena, pelatih M. Dylan Ramadhan, yang turun di Kelas Adventure dan sukses menjadi yang terbaik.
Walaupun tidak turun balap, kehadiran M. Dylan Ramadhan tetap menjadi perhatian para penonton dan peserta. Bahkan, pihak panitia memberikan kehormatan kepadanya untuk beberapa kali menyerahkan hadiah dan trofi kepada para pemenang, khususnya di kelas MX 50cc dan Mini Moto U-13. Momen tersebut menjadi bukti bahwa nama Dylan tetap diperhitungkan dan dihormati di dunia motocross usia dini.
Owner Tim CPRT 23, H. Deni Saputra, SH, mengaku tetap bangga atas perjuangan anak-anak didiknya.
“Alhamdulillah, meskipun Dylan belum bisa tampil karena masih dalam masa penyembuhan, tim tetap konsisten dan mampu membawa pulang empat piala. Ini bukti bahwa pembinaan di CPRT 23 berjalan dengan baik,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada para penggemar M. Dylan Ramadhan yang berharap sang joki tampil di ajang tersebut.
“Kami mohon maaf kepada para penggemar Dylan. Untuk sementara waktu, kami masih mengikuti anjuran dokter demi kesembuhan total. InsyaAllah setelah pulih, Dylan akan kembali tampil lebih kuat,” tambahnya.
Keberhasilan ini semakin menegaskan bahwa Tim CPRT 23 bukan hanya bergantung pada satu pembalap, melainkan memiliki regenerasi atlet yang solid dan kompetitif. Konsistensi prestasi di berbagai kelas menjadi bukti keseriusan tim dalam membina talenta muda motocross di Kabupaten Bogor dan Sukabumi.
Jurnalis: Bambang Saputro,ST.,Gr


