BeritaRepublikViral.Com// Jakarta — Eksekutif Wilayah Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi daerah Khusus Jakarta (LMND DKJ) periode 2026–2028 menggelar Konferensi Wilayah dengan mengusung tema “Gotong Royong Wujudkan Jakarta untuk Semua” dan subtema “Perampasan Ruang Hidup vs Kota Global, Pembangunan Jakarta untuk Siapa?”. Kegiatan ini diselenggarakan di salah satu hotel di Jakarta Timur, Kamis (13/02/2026).
Konferensi wilayah tersebut menjadi momentum penting dalam menentukan arah perjuangan organisasi sekaligus melakukan regenerasi kepemimpinan untuk dua tahun ke depan. Masa jabatan Ketua LMND DKJ periode sebelumnya resmi berakhir pada forum ini dan akan digantikan oleh pimpinan wilayah yang baru melalui proses demokratis organisasi.
Ketua Umum LMND, Muhammad Isnain Mukadar, dalam sambutannya menegaskan bahwa konferensi wilayah ini merupakan hasil kerja keras elemen-elemen organisasi di DKJ yang selama ini aktif melakukan pendampingan rakyat.
“Hari ini DPN maupun FHP dapat melihat bagaimana basis-basis yang kita undang hadir dalam konferensi wilayah LMND DKJ. Ini adalah kerja konkret kawan-kawan Elemen-D DKJ yang selama ini mendampingi warga Menteng Pulo hingga mereka diterima di rusunawa Jakarta. Itu bukti nyata keberpihakan kita,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa konferensi wilayah bukan sekadar agenda formal, melainkan ruang evaluasi dan konsolidasi untuk memperkuat gerakan rakyat di tengah berbagai persoalan kota, terutama perampasan ruang hidup dan konflik pembangunan di Jakarta.
Dalam kesempatan yang sama, dilakukan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara LMND dengan Dewan Pengacara Nasional Indonesia (DPN) dan FHP Law School. Kerja sama ini menjadi prioritas organisasi dalam membuka ruang profesi dan penyediaan beasiswa advokat bagi kader di seluruh Indonesia.
Menurut Isnain, perjuangan kerakyatan membutuhkan penguatan kapasitas hukum yang profesional. Selama ini, LMND kerap berhadapan dengan persoalan advokasi ruang hidup, konflik ekologis, hingga perampasan lahan yang menuntut kehadiran advokat-advokat progresif di ruang persidangan.
“Kita tidak hanya berbicara advokasi regulasi, tetapi juga advokasi berbasis keadilan di ruang pengadilan. Kawan-kawan yang berlatar belakang hukum, baik yang masih mahasiswa maupun yang telah menyelesaikan studi, membutuhkan ruang profesi agar perjuangan kita semakin kuat dan terstruktur,” tegasnya.
Ia menyampaikan apresiasi kepada Dewan Pengacara Nasional Indonesia yang telah memberikan ruang beasiswa advokat bagi kader LMND. Kerja sama tersebut diharapkan dapat memperluas peran kader dalam memperjuangkan keadilan sosial secara profesional.
Menutup sambutannya, Isnain menyerukan pentingnya membangun persatuan nasional dan memperkuat nilai-nilai Pancasila sebagai dasar perjuangan. Konferensi Wilayah LMND DKJ 2026–2028 pun diharapkan menjadi tonggak konsolidasi gerakan mahasiswa dalam memastikan pembangunan Jakarta berpihak pada rakyat dan menghadirkan keadilan bagi semua.
Jurnalis
Toni


