BR-V // OGAN ILIR — Dugaan aktivitas illegal drilling serta distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) ilegal di wilayah hukum Pemulutan kembali menjadi sorotan publik. Praktik yang disebut telah berlangsung cukup lama itu diduga berada di sekitar akses Tol Palindra dan Desa Harapan, Kecamatan Pemulutan Selatan, Kabupaten Ogan Ilir.
Saat dikonfirmasi pada Jumat (13/02/2026), Kapolsek Pemulutan, Nugrah Angga Oktari, memberikan tanggapan singkat kepada Wartawan Warta Demokrasi.
“Terima kasih informasinya, akan kami tindak lanjuti,” ujarnya melalui pesan WhatsApp.
Pernyataan tersebut disampaikan sebagai respons atas konfirmasi media terkait dugaan aktivitas yang melanggar hukum di wilayah tersebut. Namun, setelah jawaban itu diberikan, Wartawan mengaku tidak lagi dapat menghubungi nomor yang bersangkutan dan menduga telah terjadi pemblokiran kontak.

Kondisi ini menimbulkan pertanyaan di tengah masyarakat mengenai transparansi serta keseriusan penanganan dugaan pelanggaran hukum yang terjadi di wilayah Pemulutan.
Sejumlah sumber lapangan menyebut aktivitas pengolahan dan distribusi BBM tanpa izin tersebut berlangsung secara terbuka dan bukan hal baru.
Sebelumnya, Warta Demokrasi juga telah memberitakan adanya dugaan gudang BBM ilegal yang terus beroperasi di bawah jalur Tol Palindra tanpa penindakan terbuka yang diketahui publik.
Dalam konteks penegakan hukum, dugaan pembiaran menjadi perhatian serius. Meski demikian, hingga berita ini diterbitkan, belum terdapat pernyataan resmi yang menyebut adanya keterlibatan aparat penegak hukum dalam aktivitas tersebut.
Redaksi Berita Republik Viral menegaskan bahwa seluruh informasi mengenai dugaan keterlibatan oknum masih bersifat dugaan dan memerlukan pembuktian melalui proses hukum yang objektif dan transparan.
Sebagai bentuk kontrol sosial, media mendorong adanya pengawasan berjenjang dari institusi di atasnya agar persoalan ini ditangani secara profesional dan akuntabel.
Pemberitaan ini tetap menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah serta membuka ruang hak jawab dan klarifikasi dari seluruh pihak yang disebutkan.
Perkembangan selanjutnya akan terus dipantau dan disampaikan kepada publik. (Tim BR-V)


