BR-V || Sumenep – Tim medis RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep saat ini tengah melakukan perawatan intensif terhadap seorang bayi perempuan yang ditemukan warga dalam kondisi memprihatinkan di Desa Kolor, Kecamatan Kota Sumenep, Kamis (12/02/2026).
Bayi tersebut ditemukan di halaman rumah warga di kawasan Jalan Trunojoyo dan langsung dievakuasi ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.
Pihak rumah sakit menyampaikan bahwa bayi tersebut menjalani prosedur perawatan luka dan pemantauan intensif oleh tim dokter.
Kasi Informasi RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep, Erfin Sukayanti, menjelaskan bahwa kondisi awal bayi sempat tidak stabil.
“Kami menerima bayi dalam kondisi lemah dengan beberapa luka yang harus segera ditangani. Saat ini sudah dilakukan perawatan intensif oleh tim medis,” ujarnya, Kamis (12/02/2026).
Ia menambahkan, berkat penanganan cepat, kondisi bayi kini mulai menunjukkan perkembangan positif.
“Alhamdulillah, saat ini kondisinya sudah stabil dan terus kami pantau secara ketat,” imbuhnya.
Sementara itu, aparat kepolisian dari Polres Sumenep langsung melakukan penyelidikan sejak laporan warga diterima. Hasil penelusuran sementara mengarah pada seorang perempuan berinisial PW (23) yang diduga sebagai ibu kandung bayi tersebut.
Kasi Humas Polres Sumenep, Kompol Widiarti S, menyampaikan bahwa pihaknya belum dapat melakukan pemeriksaan mendalam terhadap PW karena kondisi kesehatannya masih lemah pascapersalinan.
“Saat ini yang bersangkutan masih dalam perawatan medis, sehingga belum memungkinkan untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,” jelasnya.
Diketahui, PW juga menjalani perawatan di rumah sakit yang sama dengan bayinya, di bawah pengawasan tim medis dan aparat kepolisian.
Hingga kini, polisi masih menunggu kondisi kesehatan terduga pelaku membaik sebelum melanjutkan proses hukum secara menyeluruh. Aparat juga memastikan penanganan kasus ini dilakukan secara profesional dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Peristiwa ini mengundang keprihatinan masyarakat. Pemerintah daerah dan pihak terkait diharapkan dapat memperkuat pendampingan sosial serta edukasi kesehatan bagi masyarakat, guna mencegah terulangnya kejadian serupa di masa mendatang.


