BR-V // OGAN ILIR — Praktik mafia Bahan Bakar Minyak (BBM) ilegal di Kabupaten Ogan Ilir kian menunjukkan pola baru yang semakin berani dan terorganisir. Setelah jalur darat dianggap tak lagi aman akibat pengawasan aparat, para pelaku kini diduga memindahkan pusat operasinya ke wilayah sungai yang sulit dijangkau penindakan hukum.
Investigasi lapangan mengungkap keberadaan gudang penimbunan BBM berkapasitas besar yang tersembunyi di sepanjang alur sungai Ogan Ilir. Gudang ini disinyalir menjadi titik utama bongkar muat minyak ilegal yang didistribusikan ke berbagai daerah.
Gudang raksasa tersebut disebut-sebut dikendalikan oleh dua pria berinisial R dan A, yang diduga kuat telah lama menjadi pemain lama dalam jaringan mafia BBM ilegal Sumatera Selatan.
Pemilihan jalur sungai bukan tanpa strategi. Selain minim patroli rutin, akses perairan memudahkan mobilisasi menggunakan kapal dan ponton pengangkut, sekaligus mempersulit proses penggerebekan.
Ironisnya, meski aktivitas gudang ini dikabarkan telah lama diketahui warga sekitar, hingga kini belum tampak langkah penindakan serius dari aparat penegak hukum.
Kondisi ini memicu kecurigaan publik terhadap adanya dugaan “bekingan kuat” di balik kelancaran bisnis haram tersebut. Sejumlah sumber bahkan menyebut adanya oknum aparat berseragam yang diduga memberikan perlindungan sehingga operasi BBM ilegal di jalur sungai terkesan kebal hukum.
Stigma pembiaran pun mulai menguat. Masyarakat mempertanyakan keseriusan aparat lokal dalam memberantas mafia BBM yang secara terang-terangan merugikan negara dan membahayakan lingkungan.
Desakan kini mengarah langsung ke pimpinan tertinggi institusi penegak hukum. Publik meminta Mabes Polri dan instansi terkait segera turun tangan, melakukan penyelidikan menyeluruh, serta membongkar dugaan jaringan perlindungan yang membuat mafia BBM jalur sungai ini terus bertahan.
Jika praktik ini terus dibiarkan, Ogan Ilir dikhawatirkan akan menjadi pusat baru peredaran BBM ilegal terbesar di Sumatera Selatan.
Hingga berita ini diturunkan, aparat terkait belum memberikan keterangan resmi atas dugaan keberadaan gudang BBM ilegal di jalur sungai tersebut. Redaksi membuka ruang hak jawab dan klarifikasi dari pihak mana pun yang disebut dalam pemberitaan ini. (Team BR-V)


