DARI PANGGUNG LOKAL, SETIAP GORESAN CANTING MERAMU CINTA BUDAYA ALAM BERAU DENGAN BUDAYA DAYAK MENJADI KARYA HIDUP

DARI PANGGUNG LOKAL, SETIAP GORESAN CANTING MERAMU CINTA BUDAYA ALAM BERAU DENGAN BUDAYA DAYAK MENJADI KARYA HIDUP

ini Berita Republik Viral, 6 Februari 2026.

Ditengah hirup pikuk masa pendemi yang membuat banyak usaha terpuruk, sebuah cerita keajaiban lahir dari sebuah kampung kecil di Berau. Awalnya hanya sekedar ” hobi  menyelamatkan barang bekas “, kini Putri Maluang Batik telah menjadi nama yang tak hanya mengangkat harga diri masyarakat lokal, tetapi juga membawa wajah budaya Berau dan Suku Dayak meriah di kancah nasional.

Tahun 2020 saat dunia terjepit oleh ketakutan dan kemacetan ekonomi, Putri Arofah yang kala itu menjabat sebagai Kepala Kampung Maluang, menemukan sisa alat dan kain bekas pelatihan batik yang terlantar di balai kampung. Tanpa rencana besar, Putri memanfaatkan barang bekas tersebut untuk mengisi waktu luang dan mencoba membuat batik sendiri.

Produk pertama yang di hasilkan dengan motif inspirasi sungai Berau, langsung laku ketika di unggah ke media sosial dan membuka wawasan bagi putri bahwa batik bisa menjadi wadah untuk menyampaikan cerita daerahnya.

” Batik itu bukan hanya kain, ini adalah cerita yang siap di ceritakan.”

Sebelum terjun ke dunia batik, Putri pernah membawa pulang juara pertama dalam lomba desain batik, yang membawanya ke Pekalongan, Kota Batik Legendaris untuk belajar selama empat hari penuh. Dari sana, putri membawa lebih dari sekedar tehnik. Iya membawa pemahaman bahwa batik adalah manuskrip kain yang menyimpan jiwa sebuah daerah.

Tanpa ragu putri kemudian menyelami akar budaya Berau. Bertemu dengan tetua adat yang bercerita tentang kerajaan kuno, mengikuti jejak nelayan yang mengenalkan Flora dan Fauna pesisir, hingga mengamati detail seni ukir rumah adat Dayak yang penuh misteri, hasilnya serangkaian motif yang hidup dengan makna mendalam.

– Motif Manik Borneo, menghidupkan keindahan baju adat Dayak dengan manik – manik yang dipercaya sebagai penjaga dari energi negatif dilengkapi dengan aksen rumput laut dan batu bara yang menjadi jantung ekonomi daerah. Berbahan katun primi sima, ukuran 230 cm x 120 cm. Warna cokelat, hitam dan putih, bisa digunakan untuk busana pria dan wanita.

– Motif Ukiran Dayak, berbahan katun dengan ukuran 250 x 125 cm menggunakan pewarna sintetis dengan teknik cap. mengabadikan simbol naga suci Juata yang dipercaya sebagai penguasa alam bawah tanah dengan setiap lekukan yang mengingatkan akan hubungan erat manusia dengan alam.

– Motif Putri Maluang, sebuah perwujudan cinta pada alam liar Kalimantan Timur dari Hutan Hujan hingga pantai yang memukau. Berbahan katun ukuran 250 cm menggunakan pewarna sintetis dengan teknik pembuatan kombinasi.

Dengan slogan ” Goresan Cerita Cinta “, setiap goresan canting bukan sekedar corak, melainkan pernyataan cinta pada tanah air, warisan leluhur dan masa depan yang ingin di jaga.

Kini Putri Maluang Batik telah menjadi salah satu ikon batik khas Berau yang mampu menyampaikan cerita lokal melalui setiap helai kain. Putri Berharap usaha ini dapat terus berkembang dan menjadi jembatan untuk memperkenalkan Budaya Berau dan Suku Dayak kepada khalayak lebih luas. Sekaligus memberikan dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat lokal.

” Setiap goresan pada batik kami adalah ungkapan cinta terhadap alam dan budaya kita. Semoga melalui batik ini, banyak orang yang semakin mencintai dan melestarikan kekayaan yang ada di tanah air kita. ” Ujar Putri Arofah dengan bangga.

Hasil karya tangan mereka tidak hanya merambah pasar lokal dan luar Berau. Tahun 2023 menjadi tonggak sejarah ketika Putri Maluang Batik lolos kurasi dan dinobatkan sebagai terbaik di provinsi, kemudian meraih penghargaan di ajang fashion show nasional. Beberapa motif telah mendapatkan hak cipta resmi dan semua produk telah memenuhi standar SNI. Sebuah prestasi yang luar biasa untuk usaha yang berasal dari kampung kecil.

Dengan harga mulai Rp 300.000 hingga Rp. 450.000, produk mereka mulai dari kain batik hingga busana dan aksesoris, kini menjadi pilihan bagi mereka yang mencari barang unik dengan cerita mendalam.

” Harapanku, setiap orang yang memakai batik, kita bisa merasakan cinta yang dicurahkan dalam setiap goresan. Semoga nantinya, Putri Maluang Batik bisa menjadi wajah batik Indonesia yang dikenal hingga ke mancanegara.

Aroel mandang